TAK HADIRI JUMPA PERS USAI HADAPI PERSIB – PSS di Bawah Bayang-Bayang Sanksi

SOLO (HARIAN MERAPI) – PSS Sleman tidak hadir dalam jumpa pers pasca laga semifinal leg kedua menghadapi Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Senin (19/4) malam. Tidak jelas apa alasan Dejan Antonic selaku pelatih PSS tidak hadir dalam jumpa pers. Manajemen juga enggan menanggapi tentang kemungkinan sanksi yang akan mereka dapatkan karena tidak menyambangi awak media usai pertandingan.

Tidak hadirnya PSS diduga karena tidak puas dengan banyak keputusan wasit yang merugikan saat memimpin laga, terutama menit 64 saat Fabiano Beltrame diusir ke luar lapangan.

Akhmad Hadian Lukita, OC Piala Menpora menyayangkan sikap Laskar Sembada yang tak datang dalam jumpa pers usai pertandingan leg kedua yang berakhir imbang 1-1 itu. Namun dalam regulasi Piala Menpora tidak ada pasal yang mengatur sanksi pada tim yang menolak jumpa pers. Namun Hadian mengingatkan keputusan bakal diambil panitia disiplin dalam waktu dekat.

“Jadi kemungkinannya kecil karena dalam regulasi tidak ada tertulis hukuman tapi nanti ada panitia disiplin yang memutuskan setelah dapat laporan dari match commisioner,” kata Hadian kepada Harian Merapi, Selasa (20/4) siang.

Hasil seri melawan Persib di leg kedua membuat PSS gagal ke final karena kalah agregat dari 2-3. Laskar Sembada harus puas berebut tempat ketiga melawan PSM Makassar, Sabtu (24/4) malam mendatang. Meski gagal ke final, manajemen dan pelatih cukup puas dengan perkembangan tim. Marco Gracia Paulo bahkan menyebut PSS sudah memenuhi target di Piala Menpora. Salah satu ukurannya adalah bisa mendapatkan formula komposisi dan taktik untuk menghadapi Liga 1 dan melihat kualitas para pemain muda.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, bisa melaju ke semifinal atau final itu hanya bonus. Kami sangat berkembang selama Piala Menpora dan itu hal yang positif. Chemistry pemain mulai bagus dan pelatih mungkin sudah mendapat bayangan komposisi. Pemain juga makin meningkat,” kata Marco.

Saddam Emirudin jadi contoh keberhasilan pelatih dan manajemen selama Piala Menpora. Pemain berusia 19 tahun yang menjadi bagian dari Tim Nasional (Timnas) U-19 itu membuktikan diri pantas menjadi pemain utama. Saddam tampil percaya diri lalu mencetak dua gol dalam dua pertandingan. Pergerakannya juga menyusahkan bek senior macam Victor Igbonefo dan Nick Kuipers. Kualitas Saddam bahkan telah diakui oleh kapten tim Bagus Nirwanto.

“Performa tim lebih baik dari sebelumnya dan banyak pemain yang berkembang. Saddam lebih berkembang dari sebelumnya dan semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” harap Bagus. (Des)

Read previous post:
Jadwal Vaksinasi Lansia Digelar Mendekati Jam Berbuka Puasa

Close