PHK Tanpa Pesangon, Mantan Karyawan Menggugat ke Pengadilan


YOGYA (MERAPI)- Seorang Mantan karyawan, Tri Berlina (40) warga Kotagede Yogyakarta menggugat dealer motor PT CSCM Sutoyo Yogyakarta ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Rabu (14/4). Gugatan diajukan setelah tergugat melakukan PHK sepihak tanpa diberikan uang pesangon.
Dalam persidangan pertama yang dipimpin majelis hakim P Cokro Hendro Mukti SH dilakukan pemeriksaan surat kuasa baik penggugat maupun tergugat. Dalam kesempatan tersebut penggugat diwakili kuasa hukum Alouvie RM SH MH CM, Hurina Isnani SH dan Endipandi O Noenoehitoe SH. Sementara tergugat diwakili kuasa hukum Manager HRD, Beni Susilo.
Setelah majelis hakim memeriksa kelengkapan surat kuasa para pihak, persidangan belum bisa dilanjutkan. “Karena surat kuasa tergugat belum didaftarkan pengadilan dan belum sah maka persidangan belum bisa kami lanjutkan. Untuk itu persidangan kami tunda sampai Rabu depan,” ujar hakim P Cokro di sela-sela persidangan.

Seperti dalam gugatan yang diajukan, awalnya penggugat bekerja di tempat tergugat sejak 14 Mei 2014 dengan posisi sebagai frontdesk. Selama ini hubungan kerja antara penggugat dan tergugat baik-baik saja. Tetapi pada 25 Juli 2020 penggugat tekena PHK tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu maupun mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Selain itu penggugat juga tidak diberi uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak total ditaksir mencapai Rp 24 juta. Sehingga pada 20 Oktober 2020 penggugat mengajukan pengaduan ke Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transportasi Kota Yogyakarta.
Setelah itu difasilitasi perundingan Bipartit antara kedua belah pihak yang bersengketa tetapi tidak terjadi kesepakatan. Tergugat terkesan enggan melaksanakan kewajiban kemudian mengeluarkan suat panggilan kerja tertanggal 2 November 2020. Tetapi baru diterima penggugat melalui WhatsApp pada 20 November 2020 dan surat panggilan kerja tertanggal 24 November 2020 yang menunjukkan seolah-olah penggugat tidak datang untuk aktif bekerja sehingga dikualifikasikan mengundurkan diri.

Selanjutnya dilakukan permohonan penyelesaian secara mediasi tetapi tetap tidak terjadi kesepakatan. Sehingga langkah terakhir diajukan ke PHI pada PN Yogyakarta. (Usa)

Read previous post:
Penjual Satwa Langka Masuk Jebakan Polisi

Close