Siswi SMP Dicabuli di Kios Fotokopi


YOGYA (MERAPI)- Seorang karyawan kios fotokopi berinisial DS (26) warga Purbayan Kotagede Yogya, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia dilaporkan mencabuli pelanggan fotokopi yang masih berstatus siswi SMP.
Atas perbuatannya, pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kotagede, Rabu (14/4).
Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto SSos didampingi Kanit Reskrim Iptu Mardiyanto SH kepada wartawan mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (10/4) pukul 17.30 WIB.
Dikatakan, pelaku ditangkap usai korban berinisial AR (14) warga Umbulharjo Yogya melapor. “Pelaku ditangkap di rumahnya setelah petugas mendapat laporan korban,” ujar Dwi Tavianto.

Menurut Kapolsek, peristiwa itu bermula saat korban mendatangi lokasi kejadian dengan maksud untuk mengerjakan tugas. Saat itu dia dilayani oleh tersangka DS. Saat mengerjakan tugas di komputer yang disediakan kios fotokopi, korban ini duduk di dekat pelaku.
Pelaku lantas mengajak ngobrol korban. Sedang asik mengobrol, tiba-tiba pelaku memegang bahu korban, dengan alasan memperbaiki jilbab korban.
Mengetahui hal itu, awalnya korban tidak menaruh curiga dengan ulah pelaku. Namun sesaat kemudian korban kaget, karena pelaku tiba-tiba memasukkan tangan ke dalam jaket dan memegang perut korban.

Aksi pelaku tidak sampai di situ. Dia kemudian berusaha memegang payudara korban. Mengetahui hal itu, korban pun marah dan berontak.
Tidak terima dengan tindakan pelaku, korban memutuskan untuk pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada orangtuanya. Mendapatkan informasi dari anaknya, orangtua korban langsung melaporkan ke Polsek Kotagede.
Petugas segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Saat diintrogasi pelaku mengelak terus, namun setelah ditunjukkan bukti rekaman CCTV, dia langsung mengakui perbuatannya,” tandasnya.
Berdasarkan pemeriksaan dilakukan, pelaku mengaku memang menaruh hati kepada korban. “Masih kami dalami, apakah sebelumnya tersangka ini menonton film porno atau tidak,” ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 290 ayat 2 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun.(Shn)

Read previous post:
Corona di DIY Masih Tinggi, Sehari Tambah 292 Kasus

Close