Kepergok Polisi, Otak Pencurian Kayu Terjun ke Jurang


BANTUL (MERAPI)- Polisi terus memburu Ng (44) warga Muntuk Dlingo Bantul yang ditengarai sebagai otak pencurian kayu di kawasan hutan lindung Mangunan Kapanewon Dlingo Bantul. Dia kabur usai terjun ke jurang saat polisi memergokinya tengah melakukan penebangan pohon sonokeling secara liar.
Dua orang temannya, masing-masing Sk (55) dan Sw (48) keduanya warga Getas Playen Gunungkidul sudah ditetapkan sebagai tersangka aparat Polsek Dlingo Bantul.

“Kasus pencurian kayu di kawasan hutan lindung terjadi akhir bulan lalu,” ujar Kapolsek Dlingo Bantul AKP Abdul Jalil SH disampingi Kanit Reskrim Aiptu Tri Widodo kepada wartawan, Rabu (14/4). Abdul Jalil menjelaskan, sebelum digrebek, petugas mendapat informasi jika warga mendengar suara mesin meraung di tengah hutan lindung Mangunan Kapanewon Dlingo Bantul. Dipimpin AKP Abdul Jalil, petugas berusaha menerabas hutan, menuruni lembah dan bukit terjal karena curiga adanya penebangan liar di hutan itu. Sampai di lokasi kejadian, polisi mendapati para pelaku tengah menebangi pohon.

“Dalam penggrebekan itu, satu orang yang merupakan otak komplotan ini melarikan diri dengan terjun ke jurang,” ujar Abdul Jalil.
Setelah otak di balik pencurian kayu di kawasan hutan lindung melarikan diri, jelas Abdul, polisi terus melakukan perburuan ke sejumlah tempat yang ditengarai sering digunakan pelaku nongkrong. Namun hingga kini keberadaan pelaku belum diketahui. Kapolsek Dlingo mengaku pihaknya akan memburu pelaku sampai ketemu.
Sementara tersangka Sk kepada penyidik Reskrim Polsek Dlingo mengaku, dalam kasus tersebut dia hanya buruh tebang dengan bayaran Rp 150 ribu/ hari. Bahkan Sk tidak tahu mau dijual kemana kayu tersebut nantinya. “Saya hanya diminta merobohkan kayu sonokeling dengan bayaran Rp 150 ribu,” ujarnya lirih.(Roy)

Read previous post:
JNE Dukung Pengiriman Bantuan Wahana Visi Indonesia ke NTT

Close