Penjual Satwa Langka Masuk Jebakan Polisi

DEPOK (MERAPI)- Ditreskrimsus Polda DIY berhasil membongkar praktik penjualan hewan dilindungi jenis elang brontok dan Binturong. Dua orang pelaku berhasil diamankan. Mereka adalah penjual sekaligus kolektor satwa langka itu.
Terhadap keduanya saat ini telah dilakukan penahanan di Mapolda DIY. Mereka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasa 21 ayat (2) huruf a UU RI No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya hayati dan ekosistemnya.

Wadirkrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi SIK didampingi Kasubdit Penmas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih kepada wartawan, Rabu (14/4) mengatakan, kedua pelaku diamankan dalam dua perkara yang berbeda.
Mereka adalah JR (31) warga Purwosari Gunungkidul yang menjual hewan jenis Binturong dan MR (21) warga Mantrijeron Yogyakarta yang kedapatan menjual elang brontok.
Menurut AKBP Endriadi, terungkapnya kasus itu berawal saat petugas melakukan patroli cyber mendapati pelaku JR menawarkan Binturong melalui media sosial. Mengetahui hal itu, petugas lantas melakukan penyamaran dan berpura-pura jadi pembeli. Kedua pelaku pun masuk jebakan polisi.
Akhirnya terjadi kesepakatan, saat itu pelaku menjual Binturong tersebut dengan harga Rp 5 juta. Polisi yang menyamar dan pelaku selanjutnya melakukan transaksi penjualan di daerah Purwosari Gunungkidul.

“Setelah kita pastikan Binturong merupakan hewan dilindungi, pelaku langsung kita amankan beserta barang buktinya,” kata AKBP Endriadi.
Kepada petugas, pelaku mengaku baru pertama menjual hewan tersebut. Ia mendapatkan Binturong dari seseorang yang masih belum diketahui identitasnya, dengan cara barter sama musang yang pelaku pelihara.
Sementara pelaku MR ditangkap setelah kedapatan menawarkan elang brontok melalui media sosial. Postingan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian yang melakukan penyamaran sebagai pembeli elang.
Keduanya lantas sepakat untuk melakukan transaksi di pasar Pasty Yogyakarta, dengan harga Rp 800 ribu. Saat transaksi itulah petugas langsung melakukan penangkapan pelaku beserta barang bukti elang brontok.
“Elang brontok merupakan hewan yang dilindungi. Pelaku mendapat hewan dengan cara membeli melalui media sosial dan dijual kembali melalui media sosial,” tandasnya.
Pelaku mengaku tidak tahu kalau elang brontok merupakan hewan dilindungi. “Pelaku memang suka mengoleksi hewan langka, tapi pengakuanya tidak tahu kalau elang merupakan hewan dilindungi,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
2 BULAN DIBUI, TERSANGKA PENIPUAN MANTAP JADI MUALAF-Hati Tersentuh Saat Mendengar Teman Sesama Tahanan Mengaji

Close