2 BULAN DIBUI, TERSANGKA PENIPUAN MANTAP JADI MUALAF-Hati Tersentuh Saat Mendengar Teman Sesama Tahanan Mengaji

SLEMAN (MERAPI)- Momen bulan suci Ramadan 1442 H tahun ini terasa spesial bagi salah seorang tahanan Polres Sleman, LK (26) warga Bandung. Tersangka kasus penipuan ini memantapkan hati untuk masuk agama Islam. Dia mantap mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Istiqqomah kompleks Polres Sleman, Rabu (14/4).
Tersangka yang diamankan di wilayah Depok Barat Sleman ini merasa tersentuh hatinya setelah melihat teman-temannya di tahanan Polres Sleman mengaji. Ia juga mengaku merasa sangat nyaman saat mendengar suara azan dari dalam sel.

“Selain keinginan sendiri, banyak dorongan dari teman-teman. Apalagi surga itu di bawah telapak kaki ibu. Dulu ibu pernah menyuruh masuk islam, tapi saat itu saya belum mau,” kata LK.
Setelah dua bulan lamanya menjalani masa hukuman, LK mengaku tertarik untuk memeluk Islam. Bahkan niat itu makin mantap setelah dirinya mendekam di balik sel dan bersamaan dengan momen bulan suci Ramadan.
Dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sleman Muhammad Aris, S.Sos.I dan disaksikan Kasat Tahti Iptu Suhardi dan Takmir Masjid Istiqqomah Polres Sleman Aipda Agus Wahyuno, LK mengucap dua kalimat Syahadat kemarin siang.
Dalam mengambil keputusan itu, ia mengatakan murni dari keinginan dirinya sendiri, tanpa paksaan. Bahkan ia juga telah meminta restu kepada orangtua dan keluarga atas keputusannya tersebut, dan itupun disetujui keluarganya.

“Segala sesuatunya memiliki hikmah. Selama menjadi tahanan, saya kerap kali merasa nyaman melihat tahanan lainnya melaksanakan ibadah seperti salat, mengaji dan adzan. Karena itu merupakan program di Mapolres Sleman dari dulu,” jelasnya.
Kenyamanan itulah yang memantapkan hatinya, meski sebelumnya juga pernah terbesit untuk memeluk Islam. Keinginan itu semakin kuat, setelah orangtuanya menyuruh pindah agama dari Kristen ke Islam.
Terpisah, Iptu Suhardi mengapresiasi seorang tahanan mengikrarkan dirinya masuk Islam tanpa ada unsur paksaan. Menurutnya, sebelumnya pihaknya mendapat pengajuan LK untuk masuk islam dan difasilitasi.
“Karena ada pengajuan, kita ajukan ke Pak Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto SIK dan langsung disetujui. Kemudian kita fasilitasi. Semoga momen bulan suci Ramadan ini bisa mendekatkan diri pada Allah SWT,” jelasnya.

Dijelaskan Iptu Suhardi, LK merupakan tersangka kasus penipuan di wilayah hukum Polsek Depok Barat. Saat melakukan aksinya, LK bersama kekasihnya yang saat ini juga mendekam di sel tahanan Polres Sleman.
“Saat ditahan di sel Polres, yang bersangkutan merasa terketuk hatinya setelah melihat tahanan yang lain belajar mengaji dan beribadah,” pungkas Iptu Suhardi.(Shn)

Read previous post:
Alumni Magister Psikologi UMBY Gelar Psikoedukasi Kampung Ramah Anak

 PIYUNGAN (MERAPI) - Paguyuban Alumni Magister Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkomitmen bisa menebar manfaat di masyarakat.

Close