Kepala Digetok Gagang Pistol Sampai Berdarah-darah

GODEAN (MERAPI)- Gara-gara masalah sepele, seorang bos rumah makan, RY (24) warga Krandon Sidomoyo Godean Sleman mengamuk. Dia memukul seorang karyawannya menggunakan gagang pistol angin hingga berdarah. Tak hanya itu, pelaku juga menembakkan pistol itu ke lantai berulangkali. Akibatnya, dia pun harus berurusan dengan polisi.
“Benar peristiwa penganiayaan tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan dan ditahan di Mapolres Sleman,” ujar Kapolsek Godean Komlol B Muryanto melalui Kanit Reskrim Iptu Bowo Susilo SH saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/4). Dia menjelaskan, korban amukan pelaku adalah RA (21) karyawan sekaligus tetangga pelaku. Dia mengalami luka pada bagian kepala belakang akibat digetok gagang pistol angin.

Dikatakan Iptu Bowo, penganiayaan itu terjadi akhir Maret 2021 lalu. “Kejadiannya di warung makan milik pelaku di daerah Sidomoyo Godean,” ujarnya. Awalnya, korban mendapat informasi dari pacarnya jika pelaku menjelekken dirinya di belakang. Korban merasa informasi itu tak benar. Saat itu juga, korban berusaha mengkonfirmasi kepada pelaku tentang tuduhan tersebut.
“Pelaku menjelekkan korban dengan bercerita pada pacar korban. Termasuk cerita sama kakak pacar korban,” jelas Iptu Bowo. Saat hendak mengklarifikasi itulah korban justru diintimidasi pelaku. Nampaknya dia tak menyukai hal tersebut.
Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan pistol jenis air gun dari dalam tas. Dia kemudian memukul kepala bagian belakang korban dengan gagang pistol yang dibawanya, hingga kepala korban mengeluarkan darah.

Tidak sampai di situ, pelaku yang emosi kemudian mencekik leher korban. Sebelum pergi, pelaku menembakan air gun ke lantai sebanyak empat kali. “Beruntung tembakan pistol pelaku tersebut tidak mengenai korban,” ujarnya.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku selanjutnya meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang mengalami luka pada bagian kepala, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Usai mendapatkan perawatan, korban melapor ke Polsek Godean untuk penyelidikan lebih lanjut. Mendapat laporan itu, petugas langsung bereaksi. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. Dia kemudian ditangkap di rumahnya beserta barang bukti pistol angin.
“Saat kita tangkap, pelaku berdalih kalau air gun dibuang di sungai. Tapi setelah kita introgasi, pelaku mengaku kalau air gun masih ada di rumah,” jelasnya.

Kepada petugas, ujar Bowo, pelaku mengaku emosi karena dikonfirmasi oleh korban tentang masalah pribadi mereka. Setelah itu, pelaku mendatangi korban yang sedang bekerja dan langsung melakukan penganiayaan.
Iptu Bowo menambahkan, pelaku mendapatkan air gun tersebut dengan cara membeli secara online dengan harga Rp 1,5 juta. “Dia sengaja membelinya hanya untuk berjaga-jaga dan mainan menembak-nembak,” ujarnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Jabur Tetap Dilaksanakan Saat Ramadan

MAKANAN ringan maupun berat yang dikirim warga ke masjid atau musala, baik untuk buka puasa serta tadarus ada yang menyebut

Close