Curi 9 Unit Mesin Jahit untuk Bayar Utang

WONOSARI (MERAPI)–Sdh (37) warga Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Saptosari. Pemicunya, diduga melakukan pencurian 9 mesin jahit di tempat dia bekerja di SMK Negeri 1 Saptosari.
Sembilan unit mesin jahit hasil kejahatan tersebut sudah dijual dan uang hasil penjualan digunakan untuk membayar utang. Kapolsek Saptosari, AKP Awal Mursayanto mengatakan, penangkapan tersangka tersebut berawal laporan dari pihak sekolah yang kehilangan 9 unit mesin jahit. “Kejadian itu dilaporkan pada pertengahan bulan lalu dan tersangkanya kami tangkap tiga minggu setelah kejadian,” katanya kepada wartawan, Minggu (11/4).

Dijelaskan, terungkapnya kejadian pencurian berawal saat salah satu karyawan sekolah melakukan pengecekan alat milik sekolah. Saat itu saksi Paimo mengecek aset di SMK tersebut dan didapati 2 mesin jahit Merek Juki, 3 mesin obras, dan 4 mesin jahit portabel sudah tidak ada di ruangan tersebut. Selanjutnya saksi dan pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Saptosari. “Beberapa saksi dimintai keterangan untuk proses penyelidikan kasus ini dan dugaan tersangka pelakunya mengarah kepada Sdh,” imbuhnya.

Dari keterangan yang diperoleh ini kemudian petugas langsung memeriksa tersangka Sdh. Saat dilakukan pemeriksaan itulah tersangka mengakui perbuatannya dan barang bukti sempat disembunyikan di sekitar rumahnya sebelum dijual ke beberapa daerah yaitu Saptosari, Bantul, dan di Jalan Magelang. Atas kejadian itu pihak sekolah menderita kerugian sebesar Rp 53 juta. “Hasil penjualan digunakan tersangka untuk mengangsur pinjaman di bank dan sebagian digunakan untuk hura-hura. Proses hukum sudah kami lakukan dan tersangka sudah ditahan,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Pelaku UMKM Perlu Kembangkan Kapasitas Diri

Close