Nyambi Bisnis Pil Koplo, Buruh Bangunan Ditangkap

WATES (MERAPI) – Belum lama keluar dari penjara, seorang buruh bangunan warga Wates Kulonprogo, SR (23), ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polres Kulonprogo setelah mengedarkan pil koplo jenis Mersi Trihexyphenidyl. SR merupakan residivis atas kasus serupa pada tahun lalu.
KBO Sat Res Narkoba Polres Kulonprogo, Iptu Jatmiko menyampaikan, penangkapan SR dilakukan pada pekan lalu di pinggir jalan sebelah barat RSUD Wates, Beji Wates. Penangkapan SR merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya peredaran psikotropika di wilayah tersebut.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati keberadaan tersangka di barat RSUD Wates sekira pukul 20.00 WIB. Ada seorang lainnya di lokasi tersebut yang kemudian kami jadikan saksi dalam perkara ini, yakni bernama AM sebagai pembeli,” kata Jatmiko, Jumat (9/4).
Dalam penangkapan, petugas mengamankan barang bukti 11 butir pil warna kuning dengan simbol X pada satu sisi dan simbol MF pada sisi lainnya yang merupakan Mersi Trihexyphenidyl HCL tablet 2mg. Saat ditangkap, SR kedapatan membawa empat pil Mersi Trihexyphenidyl. Sementara saksi AM kedapatan membuang tujuh butir pil Mersi Trihexyphenidyl.
“Menurut keterangan saksi, pil tersebut dibelinya dari SR. Empat butir dibeli dengan harga Rp 20.000 dan belum dibayar, sedangkan tujuh pil lainnya merupakan sisa pembelian kepada SR pada Sabtu (27/2). Ia membeli 10 butir dengan harga Rp 35.000 dan sudah dikonsumsi tiga butir,” urai Jatmiko.

Selain menjual kepada saksi AM, tersangka SR mengaku juga menjual pil Mersi Trihexyphenidyl kepada saksi lain yakni PK. Transaksi dengan PK sudah dilakukan dua kali, yakni pada 27 Februari menjual tiga butir dan 1 Maret menjual 1 butir.
“Tersangka SR memperoleh obat tersebut dari kakak tirinya yang berobat di RSUD Nyi Ageng Serang secara rutin,” imbuh Jatmiko.
Diungkapkannya, SR merupakan residivis kasus serupa yang pernah dipenjara selama delapan bulan pada tahun 2020 lalu. Akibat perbuatan nekatnya kembali mengedarkan psikotropika, SR dijerat Pasal 196 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Selain SR, Petugas Sat Res Narkoba Polres Kulonprogo juga membekuk seorang pengedar Pil Yarindo warga Madigondo, Sidoharjo Samigaluh, AD (28), 23 Maret lalu sekira pukul 15.00 WIB. Barang bukti yang diamankan dari kasus ini yakni 211 Pil Yarindo atau sering disebut pil sapi, uang tunai, bungkus rokok, motor, HP, tas dan pakaian pelaku.

“Saat penangkapan, tersangka kedapatan membawa dua butir pil sapi terbungkus plastik klip bening yang disimpan di saku celana,” kata Jatmiko.
Kepada petugas, AD mengaku telah menjual pil sapi kepada saksi DD pada 23 Maret sebanyak 10 butir dengan harga Rp 35.000, saksi AR pada 22 Maret sebanyak 10 butir dengan harga Rp 35.000 dan saksi MH pada 21 Maret sebanyak 10 butir dengan harga Rp 35.000. Obat terlarang tersebut diperoleh AD dari RD yang kini menjadi DPO polisi.
“Ia membeli 100 butir dengan harga Rp 250.000 sehingga bisa memperoleh keuntungan Rp 100.000 per 100 butir,” kata Jatmiko.
Menurut Jatmiko, RD sempat hampir ditangkap polisi namun berhasil melarikan diri. Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan RD, namun ia gagal ditangkap. Polisi kemudian menggeledah kediaman RD dan menemukan 200 butir pil sapi.
“Sampai saat ini, ia masih menjadi DPO kami. Tersangka kami jerat Pasal 196 dan 197 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Jatmiko. (Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Dipukul Tanpa Sebab, Remaja Lapor Polisi

Close