Dikawal Polisi, Eksekusi Rumah Berjalan Lancar

MINGGIR (MERAPI) – Pengadilan Negeri (PN) Sleman melakukan eksekusi pengosongan obyek tanah dan bangunan SHM Nomor 7335/Sendangrejo luas 227 m2 di Ngepringan IV RT 02 RW 04 Kalurahan Sendangrejo Kapanewon Minggir Sleman, Rabu (7/4). Eksekusi dilakukan setelah gugatan dimenangkan penggugat atau pemohon eksekusi Dedek Sushanda (36) warga Sidorejo Sendangrejo Minggir Sleman perkara telah inkrach atau berkekuatan hukum tetap.
“Kami melakukan eksekusi pengosongan obyek sengketa atas perintah Ketua PN Sleman berupa tanah dan bangunan atas nama pemegang hak Dedek Sushanda. Dengan eksekusi tersebut maka secara hukum obyek sengketa sudah sah menjadi milik pemohon eksekusi,” ujar Jurusita PN Sleman, Slamet Paryanto kepada wartawan di sela-sela eksekusi.

Setelah Jurusita PN Sleman membacakan penetapan ketua pengadilan selanjutnya dilakukan penutupan obyek sengeketa dengan papan seng. Hal ini dilakukan agar siapapun tanpa seizin pemilik tidak memasuki obyek sengketa. Pelaksanaan eksekusi sendiri dilakukan dengan lancar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan para termohon eksekusi telah meninggalkan obyek sengketa.
Sementara kuasa pemohon eksekusi, Alouvie Rydha Mustafa SH MH CM menyatakan, dengan adanya eksekusi tersebut maka pemohon telah mendapatkan kepastian hukum atas obyek sengketa. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada siapapun tidak diperkenankan masuk rumah maupun merusak obyek sengketa. Karena bila ada pihak yang masuk rumah tanpa izin atau melakukan perusakan dapat dikenai sanksi pidana.

“Kami bersyukur setelah melakukan perjuangan selama 5 tahun ini akhirnya mendapatkan hak atas obyek tanah dan bangunan. Dengan eksekusi tersebut maka tanah dan bangunan sah milik klien kami,” lanjut Alouvie menjelaskan.
Sementara Afiq Ansyori SH, kuasa tergugat atau termohon eksekusi menyatakan memang eksekusi telah dilakukan sesuai prosedur karena perkara telah inkrach atau berkekuatan hukum tetap. Tetapi pihaknya tetap akan melakukan upaya hukum untuk memperjuangkan kembali obyek sengketa.
“Kami telah melakukan upaya hukum berupa gugatan pembatalan akta jual beli. Karena selama ini klien kami merasa tidak pernah menandatangani akta jual beli tersebut. Sampai saat ini gugatan masih proses di pengadilan,” tegas Afiq.

Seperti diketahui, penggugat awalnya membeli obyek rumah dan bangunan dari tergugat Amir Ma’ruf. Setelah itu penjual hendak membeli kembali obyek yang telah dijual kepada penggugat. Untuk itu penjual membuat pernyataan apabila tidak mampu membeli kembali obyek tanah dan bangunan sampai batas waktu yang ditentukan bersedia secara sukarela untuk mengosongkan.
Tetapi awalnya penjual tidak bersedia mengosongkan obyek sengeketa. Bahkan tanah dan bangunan ditempati saudaranya Umi Khoiriyah dan Agus Sumarno. Untuk itu pembeli mengajukan gugatan ke pengadilan awalnya kalah. Setelah ajukan gugatan kedua akhirnya menang dan perkaranya inkrach atau berkekuatan hukum tetap sebelum dilakukan permohonan eksekusi pengisi.(Usa)

Read previous post:
Mayor Asil : “Negara Kita Kaya, Jangan Jadi Incaran Negara Lain…”

YOGYA (MERAPI) - Danramil 02/Tegalrejo, Kodim 0734/Yogyakarta Mayor Arh Asil Harjanta, Rabu (7/4) menjadi narasumber sekaligus memberikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang)

Close