LBH DHARMA YUDHA SOSIALISASIKAN HUKUM UTANG DI ERA PANDEMI-Siap Berikan Bantuan Hukum Secara Cuma-cuma


SLEMAN (MERAPI) -Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharma Yudha bekerjasama dengan Kanwil Kemenkum HAM DIY melakukan penyuluhan hukum di Balai Kalurahan Caturharjo Sleman. Penyuluhan hukum dengan mengambil tema “Restrukturisasi Hutang Ditengah Pandemi Covid-19” dilakukan untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat luas.

“Adanya restrukturisasi di kala pandemi Covid-19, bagi para debitur agar perekonomian dapat terangkat dan tidak terjadi inflasi serta dapat menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Chrisna Harimurti SH, Pembina LBH Dharma Yudha kepada wartawan, Rabu (7/4).
Bahkan upaya restrukturisasi tersebut telah dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 serta Peraturan OJK Nomor 11 POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.

Dalam restrukturisasi utang tersebut ada beberapa upaya dalam penundaan pembayaran angsuran pokok hingga keringanan pembayaran bunga dengan kurun waktu dan persyaratan yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian. Hal ini setidaknya dapat meringankan beban masyarakat di tengah pendemi Covid-19 seperti saat ini.
Cara restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan sebagaimana diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok maupun bunga, penambahan fasilitas kredit atau konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.
“Melalui penyuluhan hukum ini kami harapkan dapat memberikan sumbangsih kepada masayarakat dalam memberikan wawasan hukum hutang piutang serta bantuan hukum tidak mampu bagi masyarakat miskin. Untuk itu LBH Dharma Yudha siap untuk memberikan pelayanan dan pendampingan hukum bagi masyarakat yang miskin secara cuma-cuma menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mapu (SKTM) dari kalurahan atau bukti-bukti JKM atau yang mendukung,” tegas Chrisna. (Usa)

Read previous post:
RAZIA GABUNGAN DIGELAR DI LAPANGAN DENGGUNG-Truk Muat Tiang Listrik pun Ditilang

Close