Dika Berulangkali Merampok untuk Cari Modal Belajar Ilmu Gaib


WATES (MERAPI)- Nurma Andika Fauzy (22) alias Dika, mendapat pengawasan ketat di sel tahanan Mapolres Kulonprogo. Ia ditempatkan di ruang tahanan paling depan yang dekat dengan petugas penjaga sel.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menyampaikan, Dika mendapat perlakuan khusus lantaran ia merupakan tersangka kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik. Karenanya, segala gerak-gerik Dika diawasi ketat oleh petugas jaga sel tahanan Mapolres Kulonprogo.
“Kalau kemungkinan kabur sih enggak, tapi kami mengantisipasi upaya dia bunuh diri,” kata Jeffry, Rabu (7/4).
Hingga hari kelima keberadaan Dika di tahanan, warga Tawangsari Pengasih itu belum dikunjungi siapapun. Ia juga tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan, justru cenderung diam tanpa banyak gerak dan tak banyak bicara.

Pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan sadis itu juga masih terus berlangsung. Menurut Jeffry, sikap Dika terlihat tenang dan santai saat dimintai keterangan oleh penyidik. Ia seolah tidak menunjukkan rasa bersalah atau menyesal telah menghabisi nyawa dua wanita muda yakni Dessy Sri Diantary (22) warga Gadingan Wates dan Takdir Sunaryati (22) alias Dadik warga Paingan Sendangsari Pengasih.
“Dalam penangkapan kemarin misalnya, petugas hanya menanyakan keberadaan motor, tapi dia langsung ngaku, terus terang sudah membunuh Takdir dan Dessy,” kata Jeffry.
Karenanya, pihak kepolisian melibatkan para ahli dalam penanganan kasus pembunuhan yang dilakukan Dika, salah satunya adalah psikolog. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan Dika. Meski demikian, hingga kini Jeffry mengaku belum mengantongi hasil dari pemeriksaan yang dilakukan para ahli terhadap Dika.

Polisi, lanjutnya, juga siap menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berantai ini dalam waktu dekat. Jeffry memastikan, reka ulang kejadian itu tidak akan digelar di lokasi Dika menghabisi nyawa korbannya yakni Wisma Sermo dan Dermaga Wisata Pantai Glagah, melainkan dimungkinkan di Mapolres Kulonprogo. Hal tersebut mengacu pada sejumlah pertimbangan, termasuk terkait informasi tentang banyaknya orang yang mencari Dika lantaran merasa emosi dan tidak terima dengan perbuatan kejinya.
“Terutama pihak keluarga Takdir. Memang semua keluarga korban pengennya Dika dihukum seberat-beratnya,” imbuh Jeffry.
Selain itu, ada banyak fakta bartu terkait pembunuhan sadis ini. Salah satunya pengakuan Dika tentang motif melakukan permapokan secara berantai.
“Ada beberapa laporan pemerasan, serta ada indikasi kasus lain. Menurut keterangan tersangka, ia melakukan semua itu karena sedang mengumpulkan uang untuk membayar pembelajaran ilmu gaib demi bisa menemukan harta karun berupa gunung emas,” terang Jeffry.(Unt)

Read previous post:
LBH DHARMA YUDHA SOSIALISASIKAN HUKUM UTANG DI ERA PANDEMI-Siap Berikan Bantuan Hukum Secara Cuma-cuma

Close