HEBOH PEMBUNUH BERANTAI DI KULONPROGO-Polisi Buka Opsi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana

DEPOK (MERAPI)-Petugas Polda DIY dan Unit Reskrim Polres Kulonprogo terus mendalami kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Nurma Andika Fauzy (22) alias Dika warga Pengasih, Kulonprogo. Polisi membuka opsi untuk menjerat Dika dengan pasal pembunuhan berencana.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK, Selasa (6/4) menjelaskan, dua korban yakni Dessy Sri Diantary (22) warga Gadingan Wates serta Takdir Sunaryati (22) alias Dadik, gadis difabel berkaki palsu warga Paingan Sendangsari Pengasih tewas usai diracun serta kepalanya dibenturkan ke lantai. “Kedua korban dibunuh dengan cara yang hampir sama, yakni diberikan racun, dengan cara minuman soda dicampur dengan obat sakit kepala,” kata Kombes Yuliyanto.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebelum dihabisi korban diberi minuman soda dicampur 3,5 tablet obat sakit kepala. Hal tersebut dilakukan untuk membuat efek samping kejang-kejang dan tak berdaya terhadap korban.
Dalam kondisi tidak berdaya, kepala korban dibenturkan ke lantai sehingga mengalami luka memar dan pendarahan bilik otak bagian kepala sisi belakang. Hal itu, menyebabkan penekanan pusat pernafasan dan korban mati lemas.

“Motif pembunuhan karena faktor ekonomi, yakni pelaku ingin memiliki barang-barang korban,” jelasnya.
Sepeda motor Dessy, dijual oleh pelaku di wilayah Magelang, sedangkan kendaraan korban lainnya masih dititipkan di parkiran Stasiun Wates oleh pelaku. Menurut Yuliyanto, polisi masih mendalami unsur pembunuhan dilakukan.
“Kalau unsur pembunuhan berencana terpenuhi, akan kami kenakan Pasal 340 KUHP, ancaman seumur hidup. Sementara dijerat Pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Konsumsi Ikan Rendah Picu Kasus Stunting di Kulonprogo

Close