Habisi 2 Gadis, Dika Tak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

WATES (MERAPI)- Kasus pembunuhan berantai di Kulonprogo yang menyeret pelakunya, Nurma Andika Fauzy (22) alias Dika, warga Tawangsari Pengasih dirilis aparat Polres Kulonprogo, Senin (5/4). Polisi belum menjeratnya dengan pasal pembunuhan berencana. Ia ‘hanya’ diancam jeratan Pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan orang meninggal, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Seperti diberitakan, Dika digelandang ke Mapolres Kulonprogo setelah membunuh dua wanita muda, Dessy Sri Diantary (22) warga Gadingan Wates serta Takdir Sunaryati (22) alias Dadik, gadis difabel berkaki palsu warga Paingan Sendangsari Pengasih. Perbuatan keji yang dilakukan Dika terhadap keduanya tidak berselang lama, yakni hanya berjarak 10 hari. Dessy dihabisi di Pengasih pada 23 maret 2021 lalu, sementara Dadik dibunuh pada 2 April lalu. Modus pembunuhan sama, yakni korban dicekoki oplosan minuman bersoda dengan obat sakit kepala. Oplosan itu sudah disiapkan pelaku sebelumnya. Kemudian setelah kedua korban lemas, kepalanya dibenturkan ke lantai.

“Motif pelaku yakni ingin menguasai harta korban,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.
Hingga saat ini, polisi juga masih mencari barang bukti lain terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Dika. Salah satunya adalah motor milik Dessy yang dikatakan pelaku telah dijual di wilayah Magelang Jawa Tengah. Sementara motor Dadik, ditemukan polisi sedang disembunyikan di tempat penitipan motor di Stasiun Wates dan kini menjadi barang bukti yang disimpan di Mapolres Kulonprogo.
Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Munarso menambahkan, Dika sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Ia diancam dijerat Pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan orang meninggal, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
“Dalam tindak kejahatan yang dilakukannya, ia beraksi sendiri,” kata Munarso.
Pengembangan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Dika juga terus dilakukan untuk mencari barang bukti dari korban pembunuhan yang masih belum ditemukan. Di antaranya motor, tas dan HP Dessy. Penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung, termasuk adanya kemungkinan pembunuhan berencana yang dilakukan Dika.

“Kami sudah menyita serangkaian barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan pelaku. Di antaranya motor korban Dadik, pakaian kedua korban dan sebagainya,” kata Munarso.
Sementara itu, saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Kulonprogo, Dika tidak diizinkan banyak bicara. Pria bertubuh kecil itu hanya terdiam, diapit petugas kepolisian.
Dika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membunuh Dessy dan Dadik serta mengambil barang berharga milik korban. Cara Dika membunuh dua korbannya terbilang sadis, yakni dicekokki oplosan maut berupa minuman bersoda dicampur tiga butir obat sakit kepala. Saat korbannya tidak berdaya, Dika membenturkan kepalanya ke lantai hingga tewas. Setelah memastikan korbannya tewas, Dika mengambil barang-barang berharga milik korban lalu meninggalkan korban di lokasi kejadian. (Unt)

Read previous post:
Petai Bantu Netralkan Asam Lambung

PEMANFAATAN petai di bidang kuliner cukup beragam, misalnya dijadikan campuran beberapa jenis sayur hingga sambal. Tak ketinggalan dapat dijadikan sebagai

Close