Zona Merah di DIY Menurun Drastis, Masyarakat Jangan Lengah


YOGYA (MERAPI)-Meski laju penambahan kasus corona di DIY masih tinggi, namun angka kesembuhan juga terus meningkat. Hal ini membuat sejumlah wilayah mulai bergeser ke zona oranye atau hijau dengan risiko penularan yang menurun. Meski demikian, Pemda DIY meminta warga masyarakat tak lengah atas kondisi ini.
Sekda DIY, Baskara Aji mengatakan, meski tidak ada zona merah di Yogyakarta, namun masyarakat tidak boleh lengah. Dia menyebut sebagian besar Rukun Tetangga (RT) masuk ke zona kuning dan hijau.
“Tentu pertama walaupun kita sudah membaik itu tidak boleh lengah,” ujarnya, Rabu (24/3) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu faktor penting menekan persebaran kasus positif Covid-19, ditambah kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dinilai cukup tinggi.
“Membaik itu indikator-indikator yang menyebabkan penurunan kasus aktif itu ya karena vaksinasi, karena masyarakat semakin sadar terhadap protokol kesehatan,” imbuhnya.
Aji juga mengatakan lebih banyak zona hijau di lingkungan RT. Sedangkan zona oranye rata-rata dalam 7 hari berkisar antara 5 sampai 6 RT.
“Nah di DIY sendiri sekarang untuk RT, itu kita sebagian besar kuning dan hijau, tidak ada yang merah. Paling banyak hijau, ada beberapa yang kuning,” jelasnya.

“Sementara kita yang oranye rata-rata per hari konfirmasi positif 7 hari berturut-turut, 7 hari terakhir berkisar antara 5-6 RT. Yang sebagian lagi kuning dan lebih dari 3/4 nya hijau,” imbuhnya.
Aji menilai pelaku wisata juga sudah memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya masing-masing. Hal ini dinilai pada peningkatan kasus usai liburan yang biasanya meningkat tajam.
“Saya sebut tidak boleh lengah itu karena kalau kemudian di liburan panjang banyak orang datang itu biasanya ada peningkatan,” ujarnya.
Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 254 kasus positif Covid-19, Rabu (24/3) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 32.054 kasus.(C-4)

Read previous post:
Ancaman Penagih Utang

PROFESI debt collector (DC) atau penagih utang sepertinya jamak di masyarakat kita. Namun, sejauh ini persepsi masyarakat terhadap profesi ini

Close