Pegawai Positif Corona, Pengadilan Tinggi Yogya Lockdown

BANTUL (MERAPI)- Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta terpaksa diliburkan selama 4 hari mulai Selasa-Jumat (23-26/3). Hal itu dikarenakan ada beberapa pegawai PT Yogya yang dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.
“Mulai hari ini sampai dengan hari Jumat, kantor pengadilan tinggi lockdown karena ada beberapa pegawai yang positif Covid-19,” ujar Yayuk, salah satu pengawai PT Yogya kepada wartawan, Selasa (23/3).
Ditutupnya PT Yogya setelah dikeluarkan pengumuman Nomor W13.U/58/SP/KPT/III/2021 yang dikeluarkan KPT Yogya, H Suripto SH MH. Dengan ditutupnya PT Yogya tersebut untuk mencegah penularan Covid-19.
Untuk itu kepada seluruh masyarakat pencari keadilan diharapkan untuk memaklumi kondisi yang terjadi. Sehingga sebisa mungkin dalam jangka waktu empat hari tidak berkunjung ke PT Yogya.
Dengan menyebarnya Covid-19, maka seluruh persidangan ditutup. Kecuali untuk sidang online yang mendesak akan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Namun pelayanan PTSP tetap dilayani secara terbatas. Jadi bila ingin memanfaatkan layanan PTSP diharap datang sesuai jam kerja,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemda DIY melaporkan penambahan 205 kasus positif Covid-19, Selasa (23/3) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 31.800 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 40 warga Kota Yogyakarta, 43 warga Bantul, 58 warga Kulonprogo, 6 warga Gunungkidul, dan 58 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus terdiri dari 22 kasus periksa mandiri, 151 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 2 kasus perjalanan luar daerah, dan 30 kasus belum ada info,” jelasnya.
Sementara itu penambahan kasus sembuh sebanyak 220 kasus sehingga total sembuh menjadi 26.003 kasus, terdiri dari 73 warga Kota Yogyakarta, 53 warga Bantul, 33 warga Kulonprogo, 7 warga Gunungkidul, dan 54 warga Sleman.

“Tiga kasus dinyatakan meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 764 kasus, terdiri dari kasus 31.017, Laki-laki usia 67 tahun warga Kulonprogo, kasus 31.134 Laki-laki usia 78 tahun warga Kota Yogyakarta, dan kasus 31.669 Laki-laki usia 72 tahun warga Kulonprogo.(C-4).

Read previous post:
LEGENDA DI BALIK KEINDAHAN PANTAI WATU MALADONG NTT (3) – Watu Maladong akan Diserahkan Dengan Satu Syarat

“Nanti setelah menyembuhkan kepala suku, maka kamu mintalah tombak Numbu Ranggata milikmu itu. Juga mintalah Watu Maladong yang disimpan kepala

Close