Wabup Bantul Ajak Hindari Cari Atlet Luar Hanya Untuk Kejar Juara

Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo memukul gong memadai dibukanya musyawarah kerja KONI Bantul 2021. (HARIAN MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Joko B Purnomo menilai untuk memperoleh prestasi di bidang olahraga dibutuhkan kerja keras setiap cabang olahraga dan pelatih dalam mencari atlet dan menempanya. Sehingga jangan sampai mencari atlet dari luar daerah hanya untuk memperoleh juara karena itu sifatnya semu dan sementara.

“Dalam meraih prestasi tidak bisa dilakukan secara instan dengan <I>ngebon<P> atlet berprestasi dari luar untuk dijadikan atlet mewakili Kabupaten Bantul. Hal ini memang sering dilakukan untuk mengejar juara. Tetapi bila berhasil meraih juara hal itu merupakan juara yang semu karena atletnya bukan orang asli Bantul,” ucap Joko B Purnomo di sela-sela membuka Musyawarah Kerja KONI Kabur Bantul Tahun 2021 di Gedung Induk Lantai III Kompleks Pemkab Bantul, Sabtu (20/3).

Untuk itu, Mantan Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bantul menambahkan sampai saat ini Bantul merupakan gudangnya atlet berprestasi. Tetapi sayangnya sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki tidak memadai. Bahkan untuk latihan beberapa cabang olahraga harus pinjam sarpras daerah lain.

Disebutkan, sebelumnya banyak terjadi atlet asli Bantul yang harus membela daerah lain karena tidak diperhatikan oleh pemkab. Hal itu dikarenakan perhatian daerah lain lebih baik daripada daerahnya sendiri.

Untuk itu pihaknya meminta KONI Kabupaten Bantul melakukan pendataan atlet asli Bantul. Dengan adanya data base tersebut Pemkab Bantul dapat memberikan fasilitas bagi para atlet sehingga dapat meraih prestasi. Bahkan pemkab siap memberi reward atau penghargaan bagi atlet asli Bantul yang mampu mengharumkan nama daerahnya.

“Pemberian reward tidak harus berupa material atau uang tetapi juga pekerjaan. Dengan begitu atlet merasa diperhatikan sehingga akan merasa nyaman dan masa depannya jelas karena telah memiliki pekerjaan,” lanjut Joko.

Sementara Ketua KONI DIY, Prof Djoko Pekik Irianto menambahkan, pihaknya mendukung Pemkab Bantul dalam memperhatikan masa depan atletnya. Sehingga menjadikan tugas bagi KONI Bantul maupun pengurus setiap cabang olahraga untuk mencari dan membina atlet di setiap cabang olahraga.

“Semisal kalau ada yang ambil atlet dari luar lalu juara, itulah juara semu. Setelah itu kemudian diberi bonus maka itu yang diberikan orang luar. Lebih baik diberikan kepada atlet yang merupakan warganya sendiri sebagai salah satu pembinaan dan pemerataan kesejahteraan,” tegasnya. (Usa)

Read previous post:
Kebingungan Kalah Judi, Mobil Teman pun Dicuri

Close