PSS Bantah Dekati Ezra Walian

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Gracia Paulo membantah tengah mendekati Ezra Walian. Marco menegaskan rumor itu muncul setelah aktivitas transfer PSS yang mengejutkan banyak pihak di media sosial. Selain itu kondisi PSM Makassar yang sedang menunggak gaji memperbesar rumor kepindahan bintang berdarah Belanda itu.

“Tidak benar. Kami belum komunikasi dengan Ezra Walian,” tegas Marco Kamis (4/3) sore.

Marco menambahkan saat ini memang butuh pemain lagi setelah Wawan Febrianto mengundurkan diri. Namun kriteria pemain yang dibutuhkan harus sesuai dengan keinginan pelatih juga. Ezra Walian sendiri bagi manajemen pemain bagus namun masih enggan membicarakan kemungkinan perekrutan. “Yang pasti harus komunikasi ke pelatih karena pemain yang datang memang hasil pembicaraan kami. Selama ini PSS juga selalu punya cara mendatangkan pemain dan tunggu saja siapa yang akan gabung,” sambung Marco.

Di sisi lain aktivitas transfer manajemen memang belum akan berhenti karena belum mendapatkan pengganti sepadan untuk Yevhen Bokhasvili yang juga mengundurkan diri. Namun manajemen dan pelatih Dejan Antonic akan mencari pemain yang sesuai dengan karakter permainan Laskar Sembada. “Selain itu yang sesuai dengan anggaran kita juga. Kemarin ada komunikasi dengan pemain yang namanya lebih besar tapi enggak sesuai anggaran. Dan lebih penting lagi tidak sesuai sama karakter,” tambah Marco.

Selain tengah melengkapi skuad, manajemen juga tengah merancang protokol kesehatan (Prokes) ketat untuk latihan bersama nanti. Protokol ini juga akan disesuikan dengan rancangan kesehatan PT LIB selaku operator Piala Menpora. Namun hingga kemarin sore belum ada kejelasan kapan tim akan latihan bersama termasuk jadwal kedatangan Dejan Antonic ke Indonesia. “Kami tidak main-main dengan protokol kesehatan. Kami akan sesuaikan dengan PT LIB,” tambah Manajer PSS Danilo Fernando.

Masalah protokol kesehatan di Piala Menpora memang tengah jadi sorotan setelah PT LIB mendapat kritik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Indonesian Police Watch (IPW). Dua organisasi itu menyebut penyelenggaraan Piala Menpora berpotensi melahirkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Direktur utama LIB, Akhmad Hadian Lukita menegaskan pihaknya telah merencanakan kegiatan tersebut secara detail dengan mengedepankan protokol kesehatan. Ia menjamin tidak akan terjadi penyebaran atau peningkatan virus karena pertandingan digelar tanpa penonton. (Des)

Read previous post:
Harga Cabai Rawit Merah Setara Daging Sapi

SUKOHARJO (MERAPI) - Harga cabai rawit merah di Sukoharjo terus naik dan sekarang tembus Rp 100.000 per kilogram. Harga tersebut

Close