Semua RW di Kota Yogya Ditarget Miliki Bank Sampah


UMBULHARJO (MERAPI)- Semua RW di Kota Yogyakarta ditargetkan memiliki bank sampah untuk mengolah dan mengelola sampah di wilayahnya. Hal itu sebagai upaya meningkatkan serapan pengelolaan bank sampah dan mengurangi volume yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
“Kami upayakan menambah kuantitas bank sampah di Yogya. Idealnya meningkat, semua RW memiliki bank sampah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yogyakarta, Sugeng Darmanto, Kamis (4/3/2021).
Dia menyebut saat ini di Kota Yogyakarta terdapat 481 bank sampah. Keberadaan bank sampah dalam mengelola sampah menyerah sekitar 2 persen. Dengan menambah bank sampah setidaknya dimiliki semua RW, diharapkan serapan pengelolaannya meningkat menjadi 5 persen.
“Harapannya serapan pengolahan bank sampah bisa meningkat sehingga bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujarnya.

Dia menjelaskan bank sampah mengolah lebih lanjut dari sampah rumah tangga. Sampah dipilah dari yang bisa dimanfaatkan kembali maupun dijual ke perusahaan besar untuk diolah lagi. Misalnya sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah anorganik dibuat kerajinan.
“Kami mulai dari teman-teman di masyarakat membuat magot dan kompos. Yang anorganik dengan kreativitas warga dibuat kerajinan maupun lainnya,” tambah Sugeng.
Dia menyatakan untuk meningkatkan serapan bank sampah maka perlu ada penambahan kualifikasi bank sampah. Mulai dari kemampuan, kapabilitas pengelola bank sampah hingga membuat jaringan antar bank sampah. Termasuk pelibatan perguruan tinggi maupun kelompok masyarakat yang lain.
Namun keberadaan bank sampah itu juga perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat dengan tidak sekadar membuang sampah. Setiap rumah tangga didorong melakukan pemilahan sampah dahulu sebelum dibawa ke bank sampah. Pasalnya rumah tangga adalah hulu dari sampah, sehingga perlu adanya Gerakan pemilahan sampah dari rumah.

“Kendalanya di rumah tangga, maka perlu gerakan dari rumah tangga untuk memulai memilah sampah sejak dari hulunya atau produksinya. Karena asal mula sampah itu domestik memang dari rumah tangga. Yang paling mudah dengan pola memilah mana sampah organik dan anorganik,” jelasnya.
Selain itu DLH Kota Yogyakarta sudah menunjuk tiap kelurahan 2 orang dari masyarakat yang memiliki kepedulian untuk memberikan motivasi dan pemberdayaan pada masyarakat maupun bank sampah. Terutama bahwa pemilahan bank sampah itu harus dimulai dari rumah tangga.(Tri)

Read previous post:
Kacang Tanah Jaga Fungsi Otak

KACANG tanah sudah banyak dikenal segenap lapisan masyarakat. Cara pemanfaatannya pun cukup beragam, antara lain cukup direbus, diproses menjadi kacang

Close