Ratusan Calon Penerima Vaksin Corona Tak Hadiri Vaksinasi Massal

UMBULHARJO (MERAPI)-Kehadiran sasaran vaksinasi massal Covid-19 untuk para pelaku usaha dan pekerja dari Tugu sampai Alun-alun utara Kota Yogyakarta belum memenuhi target. Selama dua hari pelaksanaan vaksinasi massal, dari sekitar 3.200 orang yang diundang, berkisar 700-800 orang tidak datang.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut pada hari kedua vaksinasi massal Covid-19 di Yogyakarta pada Selasa (2/3) lalu, dari 3.200 orang yang diundang, yang datang hanya 2.427. Sedangkan pada hari pertama vaksinasi massal tercatat dari 3.200 orang yang diundang yang hadir 2.375 orang.
“Pada hari kedua, dari jumlah yang datang, yang bisa divaksin dan memenuhi syarat ada 2.248 orang. Artinya ada 70,25 persen dari undangan,” kata Heroe, Rabu (3/3).
Pihaknya tidak mengetahui pasti alasan orang-orang yang sudah terdaftar dan diberikan undangan tidak datang ke lokasi untuk mendapatkan suntikan vaksin. Dia berharap warga yang sudah terdaftar dan masuk prioritas untuk datang dan menjalani vaksinasi Covid-19. Ia khawatir jika warga yang sudah masuk daftar vaksin tidak datang akan mempengaruhi jadwal vaksinasi mundur. Dampak jangka panjangnya, lanjutnya, dapat terganggunya aktivitas ekonomi jika ada yang terkena Covid-19.

Dia menyatakan vaksinasi menyasar para pelaku usaha dan dan pekerja di sepanjang Tugu-Alun-alun Utara dulu untuk mencegah sebaran Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi. Sebab sepanjang kawasan Tugu- Alun-alun utara adalah kawasan perekonomian dan mobilitas masyarakat sekitar tinggi.
“Kami harap untuk datang sesuai jadwal yang telah diundang, karena saat bersamaan banyak masyarakat yang mengantre ingin divaksin. Upaya pemerintah menjaga kesehatannya, karena ujungnya kalau semua sehat, kehidupan ekonomi berangsur teratasi,” terangnya.
Pihaknya masih memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dan jasa akomodasi wisata untuk menjalani vaksinasi sampai 6 Maret mendatang. Vaksinasi massal bagi pelaku usaha dan pekerja dari Tugu- Alun-alun utara dilaksanakan di Pasar Beringharjo, halaman Benteng Vredeburg dan Tempat Khusus Parkir Abu Bakar Ali. Total ada sekitar 19.900 orang pekerja publik di kawasan itu yang menjadi sasaran vaksinasi.
Di Wates, ratusan polisi Anggota Polres Kulonprogo disasar program vaksinasi Covid-19 tahap II Kulonprogo, Rabu (3/3). Mereka dijadwalkan mendapat suntikan dosis pertama secara bergantian di Klinik Bhayangkara, Rabu-Jumat (3-5/3).

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, IptuI Nengah Jeffry menyampaikan, ada 319 personel Polres Kulonprogo yang terdaftar mengikuti program vaksinasi tahap II Kulonprogo. Mereka berasal dari berbagai satuan, di antaranya Satlantas dan Bhabinkamtibmas.
“Anggota yang menjadi garda depan dalam pelayanan masyarakat diprioritaskan menjadi penerima vaksin,” kata Jeffry.
Keikutsertaan Anggota Polres Kulonprogo ini menurut Jeffry merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Selain itu, vaksinasi anggota polisi juga menjadi ajang edukasi kepada masyarakat terkait manfaat dan pentingnya pelaksanaan program tersebut dalam membentuk kekebalan tubuh hingga dapat memperkecil risiko penularan Covid-19.
“Kami juga siap mendampingi masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang aman dan halal,” imbuhnya.
Salah satu peserta vaksinasi, Aipda Erdita Sugiha mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerima vaksin Covid-19 atas perintah dari atasan. Ia pun bergegas menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Tidak ada rasa takut dalam dirinya saat menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

“Saya juga tidak merasakan gejala apapun pasca divaksin,” ujar Anggota Satlantas Polres Kulonprogo ini.
Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, program vaksinasi tahap II Kulonprogo akan menyasar 23.000 orang. Mereka yang diprioritaskan mendapat suntikan adalah pelayan publik seperti pegawai pemerintahan, TNI, Polri, guru, pelaku pariwisata, pedagang pasar, ojek, organisasi angkutan darat (organda) dan jurnalis.
“Vaksinasi dilaksanakan di 25 fasilitas layanan kesehatan yakni 21 puskesmas, 2 rumah sakit milik pemerintah, 1 klinik milik Polri dan 1 klinik milik TNI,” kata Baning.
Di sisi lain Pemda DIY melaporkan penambahan 229 kasus positif pada Rabu (3/3) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 28.346 kasus.
“Penambahan kasus sembuh sebanyak 160 kasus sehingga total sembuh menjadi 22.475 kasus. Dan penambahan kasus meninggal sebanyak 7 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi 693 kasus,” jelas Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.(Tri/Unt/C-4)

Read previous post:
Dari 17 Kasus Narkoba, 18 Tersangka Diamankan

BANTUL (MERAPI) - Sebanyak 18 tersangka dari 17 kasus penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang diamankan ke Mapolres Bantul. Para tersangka

Close