Genjot Produksi Ikan, Kelompok Pembudidaya di Kulonprpgo Disuntik Modal

WATES (MERAPI) – Pemkab Kulonprogo terus berupaya menggenjot produksi ikan dan menjadikannya salah satu sumber pangan masyarakat. Dalam realisasinya, Pemkab memberikan bantuan sarana produksi kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan).
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Sektor ini bisa menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat apabila dikelola secara benar melalui cara penangkapan dan cara budidaya yang baik sehingga dapat memperoleh keuntungan.
“Selain itu, ikan juga merupakan sumber makanan yang penting untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi,” kata Sutedjo, Selasa (2/3).
Karena itulah, Sutedjo menegaskan, budidaya ikan harus terus dikembangkan mengingat ikan konsumsi akan terus dibutuhkan oleh masyarakat sebagai salah satu sumber pangan. Pihaknya berharap pokdakan Kulonprogo terus bersemangat dalam mengembangkan usaha demi meningkatkan kesejahteraan.

“Sebagai upaya membangkitkan semangat pokdakan, Pemkab memberikan bantuan sarana dan prasarana,” imbuhnya.
Diakui Sutedjo, dalam pengembangan perikanan budiaya, salah satu masalah yang masih dihadapi adalah pemasaran hasil produksi. Namun sejauh ini, pokdakan Kulonprogo sudah berupaya menjalin kerjasama dengan pemasar lokal dan luar Kulonprogo, bahkan bekerjasama dengan instasi lain untuk mengisi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kulonprogo, Sudarna menambahkan, bantuan sarana budidaya ikan telah diberikan kepada Pokdakan Alam Tirto di Padukuhan Duwet II Kalurahan Banjarharjo Kapanewon Kalibawang berupa 40 paket kolam bulat senilai Rp 287 juta. Di kolam-kolam wilayah tersebut juga telah dilakukan tebar perdana benih ikan lele.
Bantuan ini, menurut Sudarna, merupakan apresiasi Dinas Perikanan dan Kelautan karena pada 2019 lalu Pokdakan Alam Tirto mndapat paket 15 kolam bulat dan dapat meningkatkan produksi ikan dengan baik sehingga bisa menjadi andalan Kulonprogo. Tebar benih yang dilakukan menjadi upaya pengembangan kapasitas pembudidaya ikan kecil untuk meningkatkan produksi ikan.

“Kulonprogo sedang mengembangkan sektor perikanan melalui program Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP). Hal utama yang dilakukan dalam pengembangan KSPP yakni kemampuan kelompok untuk mengorganisir permodalan supaya usaha tetap berjalan, dengan menerapkan sistem saham untuk modal,” jelasnya.
Sudarna menguraikan, KSPP dapat dibentuk dari satu kelompok atau gabungan dari beberapa kelompok. Sebuah kelompok dapat dikatakan KSPP lele jika memenenuhi produksi ikan konsumsi (ikan lele) sebanyak 800 kilogram per hari. Pihaknya kemudian berharap agar ke depan setiap kapanewon terdapat KSPP.(Unt)

Read previous post:
Mangkir Undangan Berpotensi Buang Vaksin

KARANGANYAR (MERAPI) - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar terpaksa mengundang dadakan masyarakat untuk menjalani vaksinasi. Sebab, sebagian undangan ternyata mangkir.

Close