GEJALA YANG TIMBUL USAI DIVAKSIN RATA-RATA RINGAN-Pusing, Mual, Kesemutan hingga Syok

GONDOMANAN (MERAPI)- Pasca vaksinasi massal Covid-19 hari pertama untuk pelaku usaha dan pekerja di Pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro, ada 7 kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi). Rata-rata kipi atau efek samping itu ringan, tapi ada satu orang yang mengalami kipi dan harus dirujuk ke rumah sakit.
“Ada tujuh kipi yang masuk dalam laporan kami. Satu kipi harus dirujuk ke rumah sakit. Tapi pasien langsung dipulangkan setelah dirawat dua jam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani, Selasa (2/3).
Dia menjelaskan, 7 Kipi itu meliputi 5 laporan Kipi dari vaksinasi massal di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, 1 laporan Kipi dari Pasar Beringharjo dan 1 laporan Kipi dari Benteng Vredeburg. Menurutnya Kipi di TKP Abu Bakar Ali rata-rata berupa keluhan pusing dan mual. Di Pasar Beringharjo muncul keluhan kesemutan usai disuntik vaksin dan di Benteng Vredeburg muncul keluhan mual dan syok sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

“Rata-rata keluhan Kipi ringan dan sudah bisa diatasi selama masa observasi 30 menit,” imbuhnya.
Emma Rahmi Aryani menambahkan Jumlah sasaran vaksinasi massal pelaku usaha dan pekerja di Malioboro serta Beringharjo sekitar 19.900 orang. Vaksinasi akan digelar selama enam hari. Pada hari pertama ada 3.200 orang penerima vaksin yang diundang, tapi hanya 2.375 penerima yang datang. Dari jumlah itu 2.294 penerima dinyatakan memenuhi syarat untuk vaksinasi. Sisanya 45 orang ditunda dan 36 orang batal menerima vaksin. Penundaan vaksinasi disebabkan berbagai faktor seperti tensi darah yang tinggi saat diperiksa.
Sementara itu Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengimbau, warga yang sudah menerima undangan vaksinasi untuk datang ke lokasi sesuai jadwal. Sedangkan untuk warga yang harus menunda vaksinasi karena beberapa hal akan diarahkan untuk menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan. Misalnya lansia yang perlu menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan.

“Kami minta warga yang dapat undangan segera datang vaksinasi agar tidak mundur jadwal pelaksanaan yang sudah diatur. Tapi kalau tidak datang kami berikan kesempatan lagi untuk segera datang,” tambah Heroe.
Dia menyatakan dalam program vaksinasi massal tidak membedakan tempat tinggal penerima vaksin. Mengingat sasaran vaksinasi mempertimbangkan tingkat interaksi dan lokasi beraktivitas seperti pasar dan pusat ekonomi. Dicontohkan dari 19.900 target sasaran, sekitar 70 persen adalah warga dari luar Kota Yogyakarta.
“Ini bagian dari program vaksinasi untuk klaster strategis di ibukota provinsi. Kami juga terus menuntaskan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, penyuntikan pertama sudah sekitar 98 persen dan penyuntikan kedua sekitar 80 persen,” pungkas Heroe.
Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 150 kasus positif Covid-19, Selasa (2/3) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 28.177 kasus. “Penambahan kasus sembuh sebanyak 266 kasus, sehingga total sembuh menjadi 22.315 kasus. Sedangkan 4 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 686 kasus,” jelas Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Dijelaskan, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 sesuai domisili terdiri dari 27 warga Kota Yogyakarta, 68 warga Bantul, 42 warga Kulonprogo, dan 13 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus positif terdiri dari 14 kasus periksa mandiri, 104 hasil tracing kasus sebelumnya, 1 kasus screening karyawan kesehatan, 1 kasus screening pasien, 2 kasus perjalanan luar daerah, dan 28 kasus belum ada info,” jelasnya.
Adapun kasus sembuh terdiri dari 54 warga Kota Yogyakarta, 108 warga Bantul, 18 warga Kulonprogo, 22 warga Gunungkidul, dan 64 warga Sleman.
Rincian kasus meninggal terdiri dari kasus 26.572, Laki-laki usia 48 tahun warga Sleman, kasus 27.499, perempuan usia 61 tahun warga Sleman, kasus 26.763, perempuan usia 66 tahun warga Kulon Progo, dan kasus 27.297, Laki-laki usia 55 tahun warga Kota Yogyakarta.(Tri/C-4)

Read previous post:
KARYAWAN TOKO EMAS RAMPOK DUIT MAJIIKAN-Todong Teman Pakai Pistol, Rampas Uang Rp 490 Juta

Close