Bacok Korban, 2 Begal Sadis Ditembak Polisi


PAKEM (MERAPI)- Dua orang residivis kasus perampokan ditembak aparat Polsek Pakem, Sleman pada Jumat (26/2) malam lalu. Penyebabnya, mereka nekat membegal korban Bambang Sumantri (40) warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman di Dusun Boyong, Hargobinangun, Pakem. Tak hanya itu, mereka juga membegal korban dengan menghentikan motor kemudian merampas handphone serta uang.
Kapolsek Pakem Kompol Chandra Lulus Widiantoro melalui Kanit Reskrim AKP Hadi Purwanto SH kepada wartawan, Minggu (28/2) mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap adalah IF (28) warga Kricakan Mesir, Salam, Magelang dan OG (22) warga Sedogan, Tempel.
“Saat ini kedua pelaku sudah dilakukan penahanan di Polsek Pakem. Kita juga masih kembangkan kasus ini,” beber AKP Hadi, kemarin.

Dikatakan AKP Hadi, akibat sabetan pedang dengan panjang 80 centimeter, korban mengalami luka robek di bagian lengan kiri. Tidak hanya itu, barang-barang berharga milik korban juga dibawa kabur oleh kedua pelaku.
Menurut Hadi, peristiwa tersebut berawal saat korban dan temannya pada Senin (22/2) sekitar pukul 04.00 WIB, berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Street keluar dari sebuah penginapan di daerah Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Dalam perjalanan pulang, dia tiba-tiba dibuntuti oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Keduanya diduga sudah mengintai korban sebelumnya. Sesampainya di tempat yang sepi Dusun Boyong, Hargobinangun, Pakem, kedua pelaku mencegat dan menghentikan korban. Tanpa bilang apapun, mereka mencabut kunci motor korban.
“Pelaku ini juga mengancam melukai korban dan memintanya untuk diam,” jelas Hadi. Dalam kondisi tersebut, tiba-tiba pelaku IF mengayunkan pedang mengenai helm korban dua kali.

Tidak hanya itu, pelaku kembali mengayunkan pedang mengenai lengan kiri korban. Melihat korban tidak berdaya, pelaku kemudian mengambil barang berharga berupa handphone, uang Rp 800 ribu, dan identitas korban.
Selanjutnya pelaku kabur meninggalkan lokasi dengan berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Korban kemudian ditolong oleh warga dan dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya melapor ke Polsek Pakem.
Mendapat laporan itu, dipimpin AKP Hadi didampingi Panit I Reskrim Ipda Lili Mulyadi SH dan Panit II Reskrim Aiptu Yohanes Eko Sariyono, polisi melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi.
Dari hasil penyelidikan di lapangan, didapatkan data awal berupa rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Hal tersebut diperkuat dengan ciri-ciri pelaku yang disampaikan oleh korban dan saksi-saksi.

“Berbekal keterangan saksi dan korban serta rekaman CCTV, mengerucut terhadap terduga pelaku pembacokan. Kemudian kita lakukan penyelidikan,” kata Ipda Lili. Tak butuh waktu lama, polisi pun berhasil mengantoni identitas kedua pelaku.
Tidak mau buruannya lepas, petugas lalu menangkap kedua pelaku pada Jumat (26/2) di Jalan Raya Dusun Somohitan, Girikerto, Turi. Pelaku lantas digelandang ke Polsek Pakem. Saat hendak dibawa ke polsek, kedua pelaku mencoba melawan dan berusaha kabur. Tembakan peringatan polisi tak digubris pelaku. Akhirnya, anggota reserse Polsek Pakem mengarahkan tembakan ke kaki kedua pelaku. Mereka pun tersungkur dan dibawa ke rumah sakit sebelum ditahan. “Kita juga menyita barang bukti pedang yang digunakan untuk membacok korban, handphone korban, motor pelaku dan sisa uang hasil kejahatan,” tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku ini sengaja datang ke lokasi untuk mencari sasaran kejahatan. Sasaran adalah masyarakat yang menginap di penginapan daerah Kaliurang dan dalam perjalanan pulang melintas di tempat sepi.
“Pelaku OG residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan pernah ditahan di Lapas Cebongan. Sedangkan IF, juga merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan di Magelang,” kata Ipda Lili.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Wamen Desa Tertinggal Kunjungi Gunungkidul

WONOSARI (MERAPI) - Sehari setelah diantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan Heri Susanto menerima kunjungan Wakil Menteri

Close