PSS Belum Rancang Anggaran untuk Piala Menpora

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Piala Menpora dipastikan bergulir 21 Maret 2021. Bandung, Malang, Solo, dan Sleman ditunjuk jadi tuan rumah turnamen pemanasan itu sebelum musim 2021 digelar. Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menegaskan pada pembagian grup nanti, tuan rumah tidak bermain di kandang untuk mencegah kerumunan suporter. Tiap peserta harus siap mengeluarkan kocek lebih dalam karena harus bermain di kota lain.

Manajemen PSS Sleman sendiri belum merancang anggaran tim saat bertanding di Piala Menpora. Manajer PSS, Danilo Fernando, memaparkan pihaknya tengah menunggu pembagian tim dan tempat di mana venue pertandingan lebih dulu baru bisa merancang anggaran. “Tempat dan grup saja belum tahu bagaimana bisa merancang anggaran. Jika harus di kota lain, dari segi anggaran kami nyatakan siap-siap saja,” kata Danilo, Jumat (26/2).

Enggan dipusingkan anggaran yang belum pasti angkanya, manajemen saat ini tengah mengupayakan berbagai acara agar pemain bisa berkumpul awal Maret mendatang untuk latihan bersama. Irfan Bachdim dan kawan-kawan dijadwalkan paling lambat latihan mulai pekan pertama Maret nanti karena <I>kick off<P> Piala Menpora mepet. Maksimal atau tidak, bagi Danilo, yang terpenting para pemain latihan bersama terlebih dahulu.

“Persiapannya kurang dari satu bulan. Memang rencananya harus segera latihan, paling lambat awal Maret besok lah. Kami akan menggunakan protokol kesehatan ketat yang akan dikoordinasikan dengan dokter tim dan sesuai arahan dari PT LIB, ” sambung Danilo.

Waktu juga jadi alasan manajemen mempercepat proses negosiasi agar pemain yang bertahan plus legiun anyar nanti bisa langsung latihan bersama di bawah Dejan Antonic mulai pekan depan. Tugas negosiasi dengan para pemain ini tidak mudah. Manajemen harus bicara dari hati ke hati dengan pemain plus mengajak mereka berpikir secara komunal. Asisten Manajer PSS, M Eksan yang mendapat tugas sebagai negosiator membocorkan sedikit kerumitan prosesnya.

“Tidak mudah karena kita bicara karakter pemain yang diinginkan pelatih. Mereka umumnya sangat memahami kondisi pandemi seperti ini, meski ada beberapa yang menanyakan soal DP dan lain sebagainya. Kami bicara dari hati ke hati, istilahnya sampai minta tolong,” beber M Eksan.

Setelah mengamankan 13 pemain, Jumat (26/2) kemarin manajemen juga kembali mengikat kontrak lima pemain hasil binaan PSS Development Center. Mereka adalah Dimas Fani Firmansyah, Ifan Nanda, Bagas Umar, Wahyu Boli, dan Saddam Emiruddin Gafar. Nama terakhir sendiri sudah masuk dalam rencana jangka panjang Dejan Antonic. Sementara untuk pemain anyar manajemen masih bungkam meski dikaitkan dengan sejumlah nama seperti Rangga Muslim, Fandy Imbiri, Nicolas Velez, dan Tomas Simkovic. (Des)

Read previous post:
PEMKOT MINTA WARGA PRO AKTIF MENDAFTAR-6.000 Lansia di Kota Yogya Terdata Siap Divaksin

Close