PEMKAB KULONPROGO LUNCURKAN APLIKASI PENCARKU-Ubah KTP Usai Bercerai Lebih Mudah dan Cepat


WATES (MERAPI) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kulonprogo berupaya mempermudah dan mempercepat pelayanan pendaftaran penduduk kepada masyarakat yang baru bercerai. Kemudahan diberikan melalui integrasi data pelaporan perceraian ke dalam database kependudukan, serta pelayanan penerbitan KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang status perkawinannya telah berubah.
Kepala Dindukcapil Kulonprogo, Aspiyah mengatakan, kemudahan dan percepatan pelayanan pendaftaran penduduk kepada masyarakat yang baru bercerai diberikan melalui Aplikasi PencarKU (Pelaporan Perceraian Terintegrasi Kulonprogo). Dalam peluncuran aplikasi ini, dinas bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Wates dan Pengadilan Agama Wates.
“Kami berharap, aplikasi PencarKU dapat mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Aspiyah, Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, peluncuran aplikasi PencarKU dilakukan pihaknya sebagai upaya inovasi pemberian pelayanan kepada masyarakat agar lebih efektif dan efisien. Aplikasi tersebut telah diluncurkan dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab Kulonprogo dengan Pengadilan Negeri Wates dan Pengadilan Agama Wates, Rabu (24/2).
Aspiyah berpendapat, pelayanan administrasi kependudukan modern menuntut metode yang mudah, cepat, efektif dan efisien dengan menerapkan mekanisme berbasis teknologi informasi secara daring atau online. PencarKu merupakan salah satu inovasi daerah dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan masyarakat melalui integrasi data pelaporan perceraian ke dalam database kependudukan melalui aplikasi.

“Hasil pelayanan PencarKU berupa integrasi data pelaporan perceraian ke dalam database kependudukan, serta pelayanan penerbitan KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang telah berubah status perkawinannya berdasarkan dokumen perceraian yang diterbitkan oleh Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri,” jelasnya.
Menanggapi peluncuran aplikasi PencarKU, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi langkah seluruh pihak yang telah melaksanakan kerjasama integrasi data pelaporan perceraian ke dalam database kependudukan. Apalagi, pelaporan perceraian oleh penduduk selama ini sering terlambat sehingga berdampak pada kurang validnya data base kependudukan.
“Padahal data-data kependudukan yang valid wajib diberikan kepada seluruh warga negara,” tegasnya.

Sutedjo kemudian berharap, kerjasama yang terjalin akan membawa kemajuan dalam memberikan kemudahan layanan namun tetap mengutamakan kevalidan data. Akan tetapi, ia berkeinginan agar kemudahan yang telah diberikan tidak lantas meningkatkan angka perceraian di Kulonprogo.
“Kemudahan ini merupakan wujud kewajiban pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan inovasi ini dapat mendukung dan melengkapi apa yang sudah dilaksanakan Dindukcapil selama ini,” kata Sutedjo. (Unt)

Read previous post:
Curi 4 Handphone demi Beli Rokok Elektrik

Close