KTP DISITA SEBAGAI SANKSI-4 ASN Kepergok Merokok di Kantor

WATES (MERAPI) – Sebanyak delapan ASN Kulonprogo kepergok merokok di ruang kerja. Satgas Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) setempat kemudian mengambil tindakan tegas dengan menyita KTP mereka.
Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran menyampaikan, delapan ASN Kulonprogo kepergok merokok di dalam ruangan kerja saat pelaksanaan operasi penegakan Perda KTR, Rabu-Kamis (24-25/2). Sesuai aturan yang berlaku, KTP ASN yang melanggar kemudian disita.
“Mereka juga akan dipanggil pada Selasa pekan depan,” kata Sumiran, Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, operasi yang digelar didasarkan pada Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang KTR. Dalam operasi penegakan Perda KTR itu, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran, yakni ruang kerja yang dipakai untuk merokok serta temuan asbak di dalam ruangan kerja.
Sumiran berharap, penyitaan KTP dan pemanggilan dapat memberi efek jera bagi para pelanggar. Pihaknya juga akan memberikan masukan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing ASN yang terjaring razia. Sebab dalam Perda KTR diamanahkan, setiap OPD harus menyediakan ruangan merokok baik di ruang terbuka maupun ruangan khusus.
“Dalam operasi penegakan Perda, kami juga menyita 35 asbak yang kini disimpan di Dinas Kesehatan Kulonprogo. Barang-barang tersebut rencananya akan dimusnahkan,” imbuhnya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan, pemberlakuan Perda KTR selama ini dinilai belum efektif mengingat masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang aturan KTR. Perda ini bukan melarang para perokok, melainkan hanya mengatur tempat-tempat yang bisa dipakai untuk merokok.
Adapun titik-titik yang dilarang untuk merokok berdasarkan Perda KTR yaitu masjid, sekolah, tempat pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sementara untuk kawasan perkantoran, harus ada kawasan merokok baik di tempat atau ruangan khusus.
“Merokok merupakan aktivitas yang berdampak negatif bagi kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karenanya, perlu upaya pengendalian dampak rokok terhadap kesehatan,” kata Fajar.
Fajar kemudian berharap pelaksanaan operasi penegakan Perda KTR membawa hasil baik dan berjalan efektif untuk menekan angka perokok aktif. Mereka diharapkan bisa merokok di tempat umum sesuai amanat Perda.(Unt)

Read previous post:
Dukung Industri Fashion, JNE Berikan Gratis Ongkir di Koleksi Terbaru Ivan Gunawan

Close