PETANI KOPAMU – Antusias Belajar Hasilkan Beras Sehat

Sebagian petani dari Kopamu foto bersama dengan narasumber. (HARIAN MERAPI-SULISTYANTO)

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Petani yang tergabung di Koperasi Agro Mandiri (Kopamu) siap membangun dakwah ekonomi berjamaah untuk kemaslahatan umat dan Muhammadiyah. Satu di antaranya, sebagian pengurus dan anggota Kopamu antusias mengikuti Sekolah Lapangan Petani Kopamu seputar budidaya padi sehat, Minggu (21/2) lalu, di Margodadi Seyegan Sleman.

Dengan Sekolah Lapangan bertajuk Teknik Budidaya Padi Sehat Dengan Metode System OF Rice Intensification (SRI) ini diharapkan segenap petani yang tergabung di Kopamu maupun jaringannya mampu menghasilkan beras sehat, antara lain bebas residu ataupun senyawa berbahaya bagi tubuh manusia. Kegiatan ini didukung oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Narasumber Sekolah Lapangan ini dari tim LP3M UMY antara lain Dr Ir Gatot Supangkat S MP IPM, Ir Agung Astuti MSi, Ir Mulyoho MP dan Rudy Wiryawan SP.

Menurut Gatot, kegiatan dilaksanakan di kompleks rumah Tukimun, sebab pemilik rumah termasuk petani yang sudah lama menerapkan metode SRI dan banyak mengalami kemajuan. Salah satu cirinya, rumah atau tempat tinggal Tukimun semakin bagus. Adapun prinsip penting penerapan teknologi SRI, misalnya seleksi benih dilakukan secara jitu, bibit muda umur 7–9 hari, satu bibit tiap lubang, sehingga lebih efisien jumlah bibit.

“Irigasi bisa tepat kebutuhan atau efisien air dan dengan penggunaan pupuk organik akan efisien hara,” tandasnya.

Sedangkan kebutuhan benih padi, per hektar antara empat sampai lima kilogram. Benih direndam dahulu dalam larutan garam (kurang lebih 1 kg garam dapur dilarutkan 10-15 Liter air, apabila telur yang dimasukkan ke dalam larutan sudah mengapung berarti konsentrasi sudah tepat). Benih dimasukkan ke dalam larutan garam, benih yang tenggelam adalah benih baik kemudian diambil dan dicuci dengan air terus ditiriskan.

“Untuk memelihara lahan yang untuk budidaya padi sehat agar tetap dalam kondisi macak-macak sebaiknya dibuat parit atau got keliling dan palir di antara bedengan atau lalahan. Di samping itu dengan kondisi macak-macak juga untuk pengendalian keong,” tambahnya.

Jarak tanam benih padi, yakni 30 cm x 30 cm. Selain itu untuk pindah tanam dilakukan dalam waktu singkat agar proses pertumbuhan bibit

tidak terlambat. Posisi akar horizontal atau tidak melengkung dengan metode tanam geret/tarik bibit tidak perlu ditekan masuk. Artinya bibit cukup ditanam dengan kedalaman 1- 1,5 cm. (Yan)

Read previous post:
5 Kali Masuk Penjara, Residiis Tak Jera

Close