Guru dan Siswa SMPN 1 Kartasura Olah Barang Bekas Jadi Karya Indah

Kepala SMPN 1 Kartasura Viveri Wuryandari menunjukan hasil karya guru dan siswa menggunakan barang bekas. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Guru dan siswa SMPN 1 Kartasura kembangkan kreatifitas mengolah barang bekas menjadi sebuah karya indah. Ratusan hasil kreasi dipamerkan di lingkungan sekolah. Kegiatan digelar sebagai bentuk mengisi waktu selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online akibat pandemi virus corona sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Kepala SMPN 1 Kartasura Viveri Wuryandari, Senin (22/2) mengatakan, penerapan PJJ akibat pandemi virus corona berjalan sangat lama dan mempengaruhi kondisi guru dan siswa. Sebab ruang gerak menjadi terbatas hanya dilakukan didalam rumah. Sebab pemerintah masih melarang penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah. Keterbatasan tersebut membuat interaksi dan kreatifitas menurun. Karena itu SMPN 1 Kartasura berinovasi agar pembelajaran tetap berjalan secara online namun kreatifitas tetap terjaga dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sebanyak 60 orang guru tetap masuk sekolah setiap hari dengan menerapkan PJJ. Guru mengajar di ruang kelas secara online dan siswa tetap berada di rumah masing masing. Kehadiran tersebut diharapkan tetap bisa membangkitkan semangat mengajar bagi guru.

Di sekolah guru dan karyawan juga diajak mengembangkan kreatifitas dengan mengolah barang bekas seperti menggunakan botol air mineral. Masing masing guru memiliki tugas berbeda seperti membuat pola, memotong, memberi warna dan memasang di lingkungan sekolah.

Berbagai hasil kreatifitas guru dan karyawan sudah bisa dilihat dilingkungan SMPN 1 Kartasuran. Barang bekas berupa botol air mineral dibuat pot tanaman hias, lampion dan lainnya. Berbagai kreatifitas menggunakan barang bekas lainnya juga masih dalam persiapan para guru.

Viveri menjelaskan, penggunaan barang bekas tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari pemanfaatan. Sebab dilingkungan sekolah cukup banyak tersedia barang bekas seperti botol air mineral. Disisi lain juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

“Guru dan karyawan SMPN 1 Kartasura peduli sampah. Sebab sampah ini kalau dibiarkan akan menganggu lingkungan dan kami ubah menjadi karya indah. Kegiatan dilakukan dalam rangka mengisi waktu setelah guru mengajar PJJ ditengah pandemi virus corona sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh 21 Februari kemarin,” ujarnya.

Selama penerapan tersebut SMPN 1 Kartasura tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Sebab pihak sekolah juga melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Saat berada di sekolah para guru dan karyawan tetap wajib memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, jaga jarak dan lainnya.

Pengembangan kreatifitas juga dilakukan SMPN 1 Kartasura terhadap para siswa dengan meminta mereka membuat karya menggunakan barang bekas. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk praktek keterampilan dan hasilnya akan dinilai guru.

Siswa mendapat waktu sekitar sepuluh hari untuk membuat hasil karya menggunakan barang bekas. Siswa bebas menentukan ide dan tema dalam membuat keterampilan tersebut.

“Situasi pandemi virus corona dan tidak ada tatap muka di sekolah maka guru dan anak anak didik kami harus bangkit. Salah satunya membuat kreatifitas menggunakan barang bekas. Hasil karya siswa ternyata sangat berkelas bagus semua dan itu murni kreatifitas siswa,” lanjutnya.

Dalam proses pembuatan keterampilan menggunakan barang bekas siswa harus melaporkan perkembangan secara online kepada guru masing masing. Dokumentasi diperlukan untuk melihat setiap proses dan memastikan siswa membuat sendiri karya dan tidak boleh membeli.

“Bahan yang dipakai barang bekas tidak boleh barang membeli artinya baru. Nanti akan kelihatan dalam proses pembuatan karena dipantau guru secara online. Setelah hasil karya selesai dibuat siswa maka dikumpulkan ke sekolah oleh orang tua murid. Setelah itu akan dinilai guru,” lanjutnya.

Ratusan hasil karya keterampilan menggunakan barang bekas sekarang dipamerkan di lingkungan SMPN 1 Kartasura. Bahkan hasil karya terbaik dipajang dibagian depan pintu masuk sekolah.

“Tujuan kami mengembangkan kreatifitas guru dan siswa ditengah pandemi virus corona berhasil dengan hasil karya yang bagus. Kedepan akan terus kami adakan kegiatan ini,” lanjutnya.

Salah satu guru SMPN 1 Kartasura Endah Mustaqimah mengatakan, pengembangan kreatifitas sangat penting sekarang. Sebab ditengah pandemi virus corona aktivitas pembelajaran di sekolah tidak bisa menerapkan tatap muka melainkan online. Kondisi terlalu lama di rumah membuat jenuh dan dikhawatirkan mempengaruhi kondisi semangat belajar siswa. Karena itu pilihan mengembangkan kreatifitas menggunakan barang bekas sangat tepat.

“Guru di sekolah selain memberikan pembelajaran online ke siswa, juga mengembangkan kreatifitas mengolah barang bekas berupa botol air mineral menjadi lampion, pot untuk tanaman dan lainnya,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
KALAGEMET BERGELAR SRI JAYANEGARA (1) – Tidak Disenangi karena Bukan Trah Keprabon

Menurut Pararaton, nama asli Jayanagara adalah Kalagemet putra Wijaya dan Dara Petak. Ibunya ini berasal dari Kerajaan Dharmasraya di Pulau

Close