Sebagian Pedagang Beringharjo Masih Khawatir Divaksin Karena Penyakit Bawaan

DANUREJAN (MERAPI)- Para pedagang di Pasar Beringharjo Barat Kota Yogyakarta tengah didata untuk vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang rencananya dimulai awal Maret 2021. Banyak para pedagang Pasar Beringharjo barat yang setuju dan bersedia divaksin Covid-19. Tapi ada sebagian kecil pedagang yang masih mempertanyakan vaksinasi karena khawatir memiliki penyakit bawaan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat, Bintoro mengatakan pihaknya masih mendata pedagang Pasar Beringharjo Barat untuk vaksinasi Covid-19. Menurutnya sudah hampir 80 persen dari sekitar 1.200 pedagang Beringharjo Barat setuju untuk divaksin. Tapi diakuinya ada beberapa pedagang yang masih mempertanyakan karena kekhawatiran memiliki penyakit bawaan.
“Rekan-rekan banyak yang setuju karena vaksinasi untuk daya tahan tubuh biar lebih baik. Apalagi vaksinasi gratis. Cuma ada beberapa yang khawatir karena punya penyakit seperti gula, darah tinggi. Tapi kami hanya mendata saja,” kata Bintoro, Senin (22/2).

Sedangkan Ketua Paguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet Santoso menyampaikan, hampir semua anggota Pemalni sebanyak 440 PKL menyambut baik dan bersedia divaksin Covid-19. Namun diakuinya awalnya ada yang enggan divaksin Covid-19. Lalu dia terus melakukan sosialisasi edukasi vaksinasi dan pendataan.
“Awalnya ada satu dua yang nolak divaksin. Kami sampaikan vaksinasi penting untuk semua kesehatan di Malioboro. Akhirnya sadar juga. Makanya perlu sosialisasi dan edukasi vaksin dulu,” terang Slamet.
Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan masih melakukan pendataan sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi pelayan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, guru dan pedagang. Rencananya vaksinasi Covid-19 tahap kedua diawali dengan vaksinasi massal pada 1 Maret 2021 menyasar para pedagang Pasar Beringharjo dan pelaku di kawasan Malioboro.
“Pedagang Beringharjo, Malioboro, para pelaku toko dari Tugu hingga Kraton semua didata. Belum semuanya mendaftar karena harus berproses secara online,” papar Heroe.

Dia menyebut sudah ada sekitar 37.000 orang yang terdaftar masuk dalam vaksinasi Covid-19 di Kota Yogyakarta. Jumlah itu meliputi tenaga kesehatan, ASN, TNI, Polri, guru, pedagang pasar, pedagang Malioboro dan pelaku usaha toko. Rencananya vaksinasi Covid-19 tahap kedua dimulai 1 Maret 2021 menyasar sekitar 20.000 pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya, pedagang kaki lima (PKL) Malioboro, pelaku usaha toko dan pelayan toko di Malioboro, pelaku hotel di Malioboro dan Jogoboro.
“Yang sudah masuk data pendaftaran atau register, tinggal datang di hari penyuntikan. Mereka akan mendapat undangan dari Dinas Kesehatan melalui ketua komunitas atau pelaku. Kalau belum mendaftar dan dapat undangan dari fasilitas layanan kesehatan, maka tidak bisa ikut vaksinasi,” terang Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu.
Heroe berharap seluruh masyarakat, termasuk para PKL di kawasan Malioboro siap divaksin karena sebagai upaya bersama memutus rantai Covid-19. Apabila ada yang tidak ikut vaksinasi, pihaknya menyampaikan akan ada aturan sementara yakni jika berdagang harus menunjukan negatif Covid-19 hasil swab antigen maupun genose setiap 3 hari sekali.

“Sanksi perda akan segera dibahas. Sementara ini kalau tidak ikut vaksinasi, kalau mau jualan harus menunjukkan swab antigen atau genose tiap tiga hari sekali,” tandasnya.
Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 138 kasus positif Covid-19, Senin (22/2) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 26.594 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 12 warga Kota Yogyakarta, 15 warga Bantul, 14 warga Kulonprogo, 8 warga Gunungkidul, dan 89 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus terdiri dari 28 kasus periksa mandiri, 82 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 3 kasus hasil screening karyawan kesehatan, dan 25 kasus belum ada info,” jelasnya.
Penambahan kasus sembuh sebanyak 227 kasus sehingga total sembuh menjadi 20.328 kasus, terdiri dari 48 warga Kota Yogyakarta, 46 warga Bantul, 44 warga Kulonprogo, 21 warga Gunungkidul, dan 68 warga Sleman.
“Penambahan kasus meninggal sebanyak 7 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 642 kasus,” imbuhnya.(Tri/C-4)

Read previous post:
KPU Beri Penghargaan pada Kapolres Bantul

BANTUL (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul memberikan penghargaan kepada Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo SIK

Close