LEPAS 9 PEMAIN LOKAL – PSS Kritik Jadwal Piala Menpora

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen PSS Sleman mengkritik jadwal bergulirnya Piala Menpora pada 20 Maret mendatang. Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Gracia Paulo menilai waktu penyelenggaraan tidak memperhatikan kondisi sebagian besar tim yang telah memulangkan para pemain ke rumah masing-masing untuk sementara. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengumpulkan pemain lalu latihan bersama lagi menghadapi turnamen.

“Kami sampaikan kritik itu dalam pertemuan dengan PT LIB. Waktu kami untuk mengumpulkan pemain dan lain-lain hanya satu bulan. Terlalu mepet,” kritik Marco, Kamis (18/2) malam.

Dalam kurun waktu yang mepet seperti itu klub harus mempersiapkan diri, mulai dari mendatangkan pemain yang memakan waktu sekitar 2 minggu disusul tes kesehatan dan swab test. Marco menyebut butuh waktu setidaknya enam minggu menyelesaikan proses itu. “Kalau dihitung secara waktu, saya kira yang ideal minggu kedua April untuk turnamen itu. Masih masuk akal tanggal segitu,” tambah Marco.

Manajemen sudah menyiapkan langkah bila jadwal Piala Menpora tak bisa ditawar. Langkah pertama adalah berupaya melobi pihak imigrasi dan pemerintah agar mempermudah kedatangan atlet luar negeri yang mencari nafkah di Indonesia. Dibatasinya warga negara asing masuk ke Indonesia jelas merugikan tim karena kepala pelatih PSS sendiri, Dejan Antonic, berkewarganegaraan Serbia yang kini bermukim di Hongkong. Selain Dejan, lobi ke imigrasi dilakukan agar manajemen bisa mendatangkan Guilherme Batata dan Aaron Evans dari negara masing-masing.

“Kami akan mengusahakan, mudah-mudahan bisa mendapatkan keringanan, misalnya khusus untuk atlet dan pelatih yang WNA apakah bisa dibantu pemerintah untuk mendapat dispensasi masuk ke indonesia, karena tidak fair kalau turnamen jalan tanpa pemain asing,” kata Marco.

Adapun pasukan PSS di musim 2021 akan diwarnai dengan banyaknya wajah-wajah baru. Dari skuad musim 2020 pemain yang dipastikan tidak turut lagi memperkuat PSS adalah Yevhen Bokhasvilli yang mengundurkan diri. Manajemen sendiri akan mempertahankan setengah muka lama. Keputusan ini juga sudah didiskusikan dengan Dejan Antonic. “Ada sekitar 50 persen yang dipertahankan, mencapai kesepakatan untuk kontrak baru. Sedangkan per hari ini ada 4-5 pemain baru yang sudah sepakat untuk bergabung dengan PSS. Jadi kita optimis dengan skuad PSS,” jelas Marco.

Setelah kehilangam Yevhen Bokhasvili, manajemen juga melepas sembilan pemain lokal. Mereka adalah Luthfi Kamal, Efdal, Alex Sander, Burhan, Zamzani, Naufal, Hendra Molle, I Gede Sukadana, dan Dimas Galih. Manajer PSS, Danilo Fernando mengatakan sembilan pemain ini telah habis kontraknya. Danilo menegaskan manajemen juga telah menyelesaikan semua tanggung jawab pada sembilan pemain yang dilepas karena alasan taktikal tersebut.

“Kontrak mereka sudah habis. Bukan karena mereka tidak punya kemampuan atau teknik bersaing di dalam tim, bagi saya mereka semua pemain yang hebat. Tapi keputusan ini diambil karena mempertimbangkan arah taktikal dan filosofi tim,” kata Danilo Jumat (19/2) petang. (Des)

Read previous post:
RESIDIVIS TAK PERNAH JERA-3 Kali Curi HP Usai 2 Kali Masuk Penjara

Close