Pelajar Bacok Pelajar Pakai Clurit


BANTUL (MERAPI)-Polres Bantul menangkap tiga anggota gerombolan klitih, dua berstatus pelajar SMK dan satu pelajar SMP. Di Bantul, para pelaku sangat meresahkan. Mereka tak segan membacok korban menggunakan clurit dan menebar teror dengan mengacungkan senjata di jalanan.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono didampingi Kasat Reskrim AKP Ngadi kepada wartawan, Senin (15/2) mengungkapkan, tiga tersangka cah klitih yang diamankan adalah FNP (17) dan MZT (17) keduanya pelajar SMK warga Kapanewon Sewon Bantul serta WN (16) seorang pelajar SMP warga Kapanewon Jetis Bantul. Sementara tiga anggota gerombolan lainnya yakni JMP alias Jontor warga Pakualaman Kota Yogyakarta, HS (18) dan CT alias Dalijo keduanya warga Kapanewon Kasihan Bantul masih buron.

Menurut Wachyu, para pelaku diamankan setelah membabat korban Raka Yoga Pratama (17) seorang siswa SMA warga Ngemplak Sleman menggunakan clurit di Jalan Samas, Bantul. Dikatakan, kejadian itu berawal saat korban baru saja mengisi bensin di SPBU Palbapang Jalan Samas pada 31 Januari 2021 pukul 03.00. Korban bermaksud hendak pulang dari menghadiri acara di Pantai Depok Parangtritis Kretek Bantul. Tanpa alasan yang jelas, rombongan pelaku yang berjumlah enam orang mendekat. Padahal, korban tak mengenal mereka. Pelaku pun langsung menyerang korban.
“Setelah selesai mengisi bensin dan hendak keluar dari SPBU, tiba-tiba korban didatangi tiga sepeda motor masing-masing berboncengan. Tanpa sebab korban lalu disabet dengan clurit yang mengenai punggung dan telinga sebelah kanan,” ujar AKBP Wachyu. Setalah melakukan aksinya, para pelaku lalu melarikan diri. Sementara korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS UII di Jalan Srandakan Bantul untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Usai mendapat perawatan medis, korban kemudian melapor ke Polres Bantul. Petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Korban dan saksi diperiksa. Juga kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dua minggu usai kejadian itu, identitas para pelaku diketahui. Mereka pun kemudian diamankan di rumah masing-masing. “Tiga pelaku lain masih buron,” jelasnya.
Kepada polisi, para pelaku mengaku menyerang korban karena dianggap sebagai musuh yang dicari. Padahal, mereka tak saling kenal. Menurut Wachyu, gerombolan klitih ini sangat meresahkan. Mereka kerap menebar teror dengan mengacungkan senjata tajam di jalanan. Sebilah clurit dari tangan tersangka WN jadi bukti kebrutalan mereka. “Clurit milik WN tersebut kami amankan karena sempat viral di medsos. Mereka terekam kamera CCTV saat mengacung-acungkan clurit di daerah Blok O Banguntapan Bantul. Saat ini kasusnya juga masih dalam penanganan Polsek Banguntapan,” lanjut AKBP Wachyu.

Dari pengakuan para pelaku, clurit yang digunakan untuk membacok korban disembunyikan di bawah jembatan Srandakan. Tetapi saat petugas melakukan pencarian, barang bukti tersebut tidak diketemukan.
Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 1 atau 351 jo 55 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun. “Karena para pelaku masih di bawah umur maka penyidikan dilakukan sesuai dengan UU Perlindungan Anak,” tegasnya.(Usa)

Read previous post:
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Pembangunan ruas jalan alternatif Gunungkidul-Prambanan, Sleman.
Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Rusak Berat

WONOSARI (MERAPI)– Karena keterbatasan anggaran akibat terdampak Pandemi Covid- 19 banyak fasilitas jalan di Gunungkidul rusak dalam kategori ringan sampai

Close