PEMDA DIY TERAPKAN PENGETATAN BERBASIS MIKRO-Dilarang Berkerumun Lebih dar 3 Orang di RT Wilayah Zona Merah


DANUREJAN (MERAPI)-Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menginstruksikan kepada Bupati/walikota untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro sampai dengan tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang berpotensi terhadap Covid-19.
PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi yang meliputi empat kriteria yakni zona hijau, kuning, orange, dan merah. Secara tegas terdapat pelarangan kerumunan 3 orang di wilayah RT yang masuk zona merah.
“Melarang kerumunan lebih dari tiga orang,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang tertuang pada Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5/INSTR/2021 berlaku 8-22 Februari 2021.

RT dengan zona merah memiliki kriteria terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif selama 7 hari. Di sini, wajib dilakukan pelacakan kontak erat, isolasi mandiri, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB dan meniadakan segala hal yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Ditegaskan, wilayah masuk zona hijau yakni dengan kriteria tidak ada kasus Covid-19 di tingkat RT, kemudian zona kuning dengan kriteria terdapat 1-5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari. Kemudian Zona orange dengan kriteria terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari. Di zona oranye, pelacakan kontak erat dilakukan, melakukan isolasi mandiri dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak serta tempat umum kecuali sektor esensial.

“Koordinasi dan pengawasan dilakukan dengan membentuk posko komando tingkat kelurahan dan diketuai oleh lurah dan dibantu aparat kelurahan, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Adapun kebutuhan pembiayaan di tingkat kelurahan dibebankan dana desa melalui APBDes maupun APBD Kabupaten/Kota.
Sultan juga menegaskan PPKM mikro dilakukan bersamaan dengan PPKM kabupaten/ kota yang terdiri dari pembatasan penerapan Work From Home sebesar 50 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 50 persen. Sedangakan kegiatan belajar mengajar secara daring/ online.
“Untuk sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan minuman, energi, komunikasi dan teknoligi informasi, keuangan, perbankan dan sistem pembayaran tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan prokes secara lebih ketat,” papar Sultan pada ingub itu.

Kemudian pembatasan yang dilakukan yakni kegiatan makan minum di tempat 50 persen dan untuk layanan makanan pesan antar tetap diizinkan sesuai jam operasional pukul 21.00 WIB serta pembatasan operasional pusat perbelanjaan/mall pada jam yang sama.
Adapun kegiatan konstruksi tetap dapat dilaksanakan 100 persen dengan prokes dan mengizinkan pengaturan 50 persen pada tempat ibadah. “Sedangkan kegiatan sosial budaya yang menimbulkan kerumunan dihentikan sementara, dan jam operasional transportasi umum dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasionalnya,” tegasnya.
Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 206 kasus positif Covid-19, Senin (8/2) sehingga total kasus terkonfirmasi positif menjadi 23.754 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus positif terdiri dari 19 warga Kota Yogyakarta, 67 warga Bantul, 39 warga Kulonprogo, 10 warga Gunungkidul, dan 71 warga Sleman.

“Rincian riwayat kasus positif terdiri dari 33 kasus periksa mandiri, 123 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 4 kasus screening karyawan kesehatan, 1 kasus screening pekerjaan, dan 45 kasus belum ada info,” ujarnya.
Dilaporkan 255 kasus sembuh sehingga total sembuh menjadi 17.044 kasus terdiri dari 19 warga Kota Yogyakarta, 56 warga Bantul, 29 warga Gunungkidul, dan 151 warga Sleman.
“Penambahan kasus meninggal sebanyak 13 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 553 kasus,” imbuh Berty.(C-4).

Read previous post:
Dukung Kesehatan Ikan Hias, Kutu Air Rutin Dibudidayakan di Kolam

ANEKA jenis ikan hias terutama saat masih benih rutin diberi asupan berprotein tinggi. Selain jenis cacing sutera, bisa juga kutu

Close