Pelaku Penikaman Ditahan karena Tak Bisa Bayar Ganti Rugi Pengobatan


YOGYA (MERAPI)- Polisi baru menahan PS setelah seminggu dia ditangkap usai menikam korban Cahyo Nugroho Budi (36). Ada banyak hal yang membuat penahanannya sempat ditunda. Yakni pihak korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga hingga masalah ini sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan tanpa proses hukum.
“Sebelumnya sudah ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan, namun gagal,” ujar Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi kepada wartawan kemarin. Menurut Kompol Supardi, usai kejadian itu, pihak keluarga pelaku meminta berdamai. Keluarga korban pun menyanggupi namun dengan syarat.

Yakni pelaku mengganti semua biaya pengobatan korban di rumah sakit. Totalnya sekitar Rp 20 juta. Namun, ditunggu beberapa hari, pihak pelaku tak bisa menyanggupi permintaan itu. Akhirnya kasus ini pun diserahkan ke polisi dan Polsek Tegalrejo langsung menahan pelaku tanpa perlawanan.
“Pelaku ini tidak sangup mengganti rugi biaya pengobatan korban di rumah sakit. Setelah berunding lagi, akhirnya keluarga menyerahkan perkara ini ke pihak kepolisian,” jelas Supardi.
Di hadapan polisi, pelaku tampak menyesali perbuatannya. Sebab saat itu dia tengah terpengaruh minuman keras hingga nekat menikam korban yang masih kerabatnya. Menurut Supardi, korban mengalami luka cukup serius di perut. Dia pun hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. “Kami masih mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan tersangka,” pungkasnya kepada wartawan di Mapolsek Tegalrejo.

Seperti diketahui, Gara-gara emosi dan tidak terima diingatkan saat ribut dengan istrinya, PS (39) warga Blunyahrejo, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta nekat menikam kerabatnya menggunakamn pisau dapur. Korban tersungkur dan harus dilarikan ke rumah sakit. Polisi bertindak cepat meringkus pelaku di rumahnya. (Shn)

Read previous post:
Gempa Susulan di Majene, Ibu-ibu Pingsan

MAJENE (MERAPI) - Telah Terjadi gempa bumi susulan dengan kekuatan Mangitudo 5.2, 9 km Barat Laut Majene, Sulawesi Barat pada

Close