Tertipu Rp 14 M, Laporkan Mantan Suami ke Polisi


DEPOK (MERAPI)- Seorang pengusaha furniture Endang Riwayatin (42) warga Timbulharjo, Sewon, Bantul melaporkan rekan bisnis sekaligus mantan suaminya, RD (57) warga Sinduadi Mlati terkait dugaan penipuan ke Polda DIY, Selasa (26/1). Korban mengaku tertipu setelah bagi hasil bisnis mereka tak diberikan sesuai perjanjian. Dia pun rugi Rp 14 miliar.
Kuasa Hukum Endang Riwayatin, Syaiful Anam HR SH Sp N MH mengatakan, aksi penipuan yang dilakukan terlapor sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Dia menjelaskan kliennya tidak pernah diberikan dividen atau hasil keuntungan bisnis.

“Kerjasama tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2008 hingga 2016, namun deviden tidak pernah dibayarkan,” beber Syaiful, di sela-sela pelaporan di Polda DIY, Selasa (26/1). Dalam kesepakatan kerjasama, ujar dia, korban Endang mempunyai saham 49 persen di perusahaan di wilayah Bantul ini, sedangkan 51 persen milik terlapor. Namun dalam kurun waktu itu, terlapor tidak memberikan keuntungan.
Akibatnya peristiwa tersebut, korban harus mengalami kerugian mencapai Rp 14 miliar. Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kasus penipuan yang dialaminya ke Polda DIY guna pengusutan lebih lanjut.
“Upaya kekeluargaan hingga somasi sudah dilakukan, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya korban menempuh jalur hukum, dengan melaporkan rekan bisnis sekaligus mantan suaminya itu,” jelasnya.

Dalam laporan itu, Syaiful Anam juga menyertakan barang bukti untuk diserahkan ke penyidik di antaranya akta pendirian perusahaan, bukti lembar saham dan surat penagihan pajak. Ia berharap laporannya segera diproses.
“Hasil koordinasi dengan penyidik, terlapor kami laporan atas pelanggaran Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP,” tandasnya. Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya belum memonitor laporan itu. Hanya saja menurutnya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Saya belum menerima laporan itu, namun sesuai prosedur. Dari laporan yang masuk, pelapor akan diperiksa, dan juga akan ada pemeriksaan saksi-saksi dan terlapor,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Dipastikan Aman, Kulonprogo Bersiap Vaksinasi Covid-19

Close