Beli Gudeg di Wirobrajan, Pelajar Dibacok Cah Klitih

YOGYA (MERAPI)- Dua orang pelajar diserang gerombolan cah klitih saat melintas di Jalan Kapten P Tendean, Wirobrajan, tepatnya depan SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Selasa (26/1) dini hari. Keduanya diserang dari belakang menggunakan senjata tajam tanpa alasan yang jelas. Hingga kemarin, polisi masih memburu kawanan pelaku.
Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Sri Widiyanti melalui Kasi Humas Aipda Muhammad Asdar saat dikonfirmasi kemarin membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan kedua korban adalah Aldino Danas (16) dan Gempur Abel (14) keduanya warga Wirobrajan. Akibat serangan itu, korban Aldino Danas mengalami luka bacok di punggung sebelah kiri dan Gempur Abel mengalami luka bacok di bagian pundak sebelah kiri. “Kedua korban merupakan warga yang tinggal di Kuncen, Kecamatan Wirobrajan,” ujar Asdar.

Dikatakan, peristiwa itu bermula sekitar 02.30 WIB saat ayah korban Aldino meminta anaknya untuk membelikan Nasi Gudeg di perempatan Patangpuluhan. Aldino kemudian mengajak Gempur untuk menemaninya. Keduanya berangkat dengan berboncengan motor. Sesampai di perempatan Patangpuluhan, ternyata warung gudegnya tutup dan mereka memutuskan kembali lagi ke rumah. Korban memacu motornya ke arah utara untuk pulang. Sesampainya di sekitar lokasi kejadian atau depan SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, kedua korban tiba-tiba dihampiri sejumlah orang mengendarai motor. Tanpa sebab yang jelas, mereka diserang dari arah belakang.
Kedua korban dibacok tanpa ampun hingga mengenai punggung dan pundak.
Usai beraksi, pelaku langsung melarikan diri ke arah utara. “Kedua korban mengalami luka, kemudian pulang ke rumah untuk dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya agar mendapat perawatan medis,” ujarnya. Usai mendapat perawatan medis, kata Asdar, orangtua korban kemudian melapor ke Polsek Wirobrajan.

Menurut Asdar, polsi masih memburu pelaku. Dari keterangan korban, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor matik. Korban tak begitu melihat wajah pelaku karena mereka datang dari belakang. Dijelaskan, polisi menduga pelaku mengayunkan senjata tajam masih-masing satu kali kepada kedua korban. Saat ini, petugas masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
“Polisi masih mencari CCTV di sekitar lokasi kejadian, guna melacak pelakunya,” kata Aipda Asdar. Terkait motif penyerangan, kuat dugaan serangan cah klitih. Sebab korban mengaku tak punya musuh dan tak sedang bermasalah dengan siapapun.(Shn)

Read previous post:
PROTES PTKM KE DPRD DIY-Bakul Angkringan Hingga PKL: Kami Makin Menderita

Close