Agar Kesehatan Terjaga Baik Kelinci Rutin Diberi Pakan Berkualitas

Kompleks kandang kelinci milik Johan. (HARIAN MERAPI-SULISTYANTO)

SATWA kelinci sudah banyak yang membudidayakan, baik jenis kelinci potong maupun hias. Para pemilik satwa ini akan ada kebahagian tersendiri jika kelinci-kelinci yang dipelihara tampil sehat.

Namun, ada pula peternak kelinci yang menemui kendala, misalnya ketika ada kelinci terkena suatu penyakit, akhirnya dapat menular dan yang mati bisa banyak. Tak jarang, ketika banyak yang mati lalu menjual yang masih hidup dan berhenti beternak.

Hal ini seperti dijelaskan praktisi peternak kelinci, Johan Arifin yang mempunyai kandang kelinci di kawasan Seyegan Sleman. Sehingga, ia banyak menyarankan untuk bisa menjaga daya tahan tubuh kelinci-kelinci yang telah dipelihara. Antara lain dengan memberikan pakan-pakan berkualitas secara rutin. Satu di antaranya pakan berkualitas sudah wujud pelet kering.

“Pemberian pakan kelinci wujud pelet bisa cukup sekali dalam sehari. Tapi kelinci yang memiliki anakan dan menyusui sebaiknya diberi dua kali dalam sehari,” jelas Johan, Selasa (26/1).

Ia sendiri mampu membuat pelet untuk kelinci, antara lain menggunakan bahan campuran dari tepung kangkung, daun tebu, jagung, polar, bekatul, tepung tulang serta beberapa mineral. Dengan kandungan nutrisi yang sudah lengkap, tak perlu lagi dicarikan rumput atau jenis hijauan lain. Namun jika secara berkala ingin diberi rumput maupun hijauan yang disenangi kelinci, tak masalah.

“Pakan hijauan sebaiknya jangan langsung diberikan. Tapi perlu dilayukan atau dapat dijemur dahulu sekitar dua jam. Jika langsung diberikan kan memicu banyak mengeluarkan gas, bahkan kelinci bisa terserang kembung, nafsu makan tak ada dan akhirnya bisa mati,” terangya.

Suatu hal layak disyukuri, lanjutnya, baik kotoran maupun urin satwa kelinci dapat dijadikan bahan baku membuat pupuk organik dengan kualitas bagus. Pupuk organik dapat berwujud padat ataupun cair. Selain menggunakan bahan baku kotoran dan urin kelinci, bisa ditambah lagi dengan kotoran kambing serta ayam serta melewati sejumlah tahapan termasuk fermentasi.

Sementara itu Kusnianto yang tinggal di kawasan Sidorejo Sleman mengungkapkan, baru-baru ini, beberapa kelincinya terserang penyakit. Bahkan saat ini tinggal satu ekor yang jantan. Dalam waktu dekat akan dibelikan babon, diharapkan kelinci-kelinci tak terkena penyakit. Namun diakui, saat musim pengujan dan pancaroba sering muncul penyakit yang menyerang kelinci. “Saya berusaha menjaga kesehatan ataupun daya tahan tubuh kelinci dengan baik. Faktor pentinya seperti menjaga kebersihan lingkungan kandang dan memberikan pakan-pakan berkualitas bagus, bisa juga wujud pelet kering khusus untuk kelinci,” jelasnya. (Yan)

Read previous post:
Berkesempatan Kerja di Shopee dan Garena, Sea Scholarship Indonesia Hadir di Enam Kampus Ternama

Close