5 Bulan Menipu, Marketing Koperasi Raup Rp 145 Juta


SLEMAN (MERAPI)- Seorang marketing sebuah koperasi di Sleman, PR (40) warga Kutu Asem, Sinduadi, Mlati, Sleman nekat menggelapkan uang di tempatnya bekerja hingga mencapai Rp 145 juta. Modusnya, pelaku mengajukan kreditf fiktif kemudian uang pencairan digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mensuport bisnis istrinya.
Akibat ulahnya tersebut, koperasi simpan pinjam Mitra Sentosa yang berada di wilayah Sleman mengalami kerugian hingga Rp 145 juta dan pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sleman.
“Pekerjaan pelaku ini mencari nasabah, tapi dia justru membuat pengajuan fiktif, dengan data orang lain hingga pinjaman cair,” beber Kapolsek Sleman Kompol Irwiantoro didampingi Kanit Reskrim Iptu Eko Haryanto SH kepada wartawan, Senin (25/1).

Dikatakan Kompol Irwiantoro, aksi penipuan dilakukan pada November 2019 hingga April 2020. Awalnya pelaku yang bekerja sebagai marketing ini bertugas mencari nasabah. Tidak hanya itu, pelaku ini juga melakukan pencairan pinjaman yang diajukan nasabah.
Karena mempunyai wewenang untuk mencairkan dana, oleh pelaku justru disalahgunakan. Dia nekat membuat pengajuan fiktif dari para nasabah, sehingga uang yang berhasil dicairkan ke koperasi digunakan sendiri.
“Jadi pelaku ini menyalahgunakan jabatan yang dimiliki. Ia membuat pengajuan nasabah fiktif, kemudian setelah uang cair dari keperasi langsung digunakan sendiri,” katanya.
Terungkapnya kasus penggelapan ini berawal saat koperasi melakukan audit pada Maret 2020, dan diketahui banyak data nasabah yang palsu. Setelah dicek ke lapangan, ditemukan banyak pinjaman nasabah yang dipalsukan.
“Pelaku ini membuat data pinjaman fiktif dengan menggunakan identitas milik orang lain. Setelah uang cair digunakan sendiri,” beber Kompol Irwiantoro.

Merasa dirugikan, pihak koperasi kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sleman. Mendapat laporan itu, dipimpin Iptu Eko kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban serta saksi-saksi. Saat itulah kedok PR terbongkar. Dia langsung disergap di rumahnya.
Polisi menyita barang bukti berupa 80 lembar bukti pinjaman fiktif dengan menggunakan identitas orang lain. “Penggelapan itu diketahui sudah lama tapi baru dilaporkan baru-baru ini. Pihak Koperasi sudah memberikan kesempatan untuk mengembalikan uang, tapi pelaku tidak bisa, akhirnya dilaporkan ke polisi,” kata Iptu Eko.

Dari hasil pemeriksaan dilakukan, pelaku mengaku telah menggelapkan uang koperasi sejak November 2019 hingga April 2020. Besaran pinjaman yang dibuat dalam nota fiktif pelaku tersebut mulai Rp 300 ribu, hinggga Rp 2 juta. Hasil menipu sudah habis untuk keperluan rumah tangga.
“Uang digunakan untuk menambah usaha warung istri dan kebutuhan sehari-hari. Termasuk disetor ke koperasi untuk menutupi setoran yang macet, agar targetnya terpenuhi,” pungkasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatannya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Kondisi SDM Kesehatan Usai Vaksinasi Perlu Dibuka

Close