Dejan Isyaratkan Pertahankan Para Pemain PSS

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Kapan bergulirnya liga musim 2021 memang masih gelap. Namun banyak klub yang sudah mengambil ancang-ancang untuk mempersiapkan tim menuju kompetisi tanpa degradasi itu, termasuk PSS Sleman. Kepala pelatih Laskar Sembada, Dejan Antonic, mengatakan tidak akan banyak mengubah komposisi pemain musim depan.

Ia masih percaya pada kualitas Bagus Nirwanto dan kawan-kawan. Namun di lain sisi, ia mau kualitas para pemain muda sudah jauh lebih baik dan siap bertempur di kompetisi. “Musim depan kami mau fokus dengan para pemain di tim saat ini. Semoga mereka kompak bantu tim di musim baru,” harap pelatih berdarah Serbia itu, Senin (25/1).

Soal pemain muda, Dejan menyebut Saddam Emiruddin sebagai proyeksi striker musim depan. Pemain Sleman yang kini bergabung dengan Tim Nasional (Timnas) U-19 itu terus dipantau Dejan selama bergabung dengan Timnas. Ia yakin Saddam nanti makin matang ketika PSS berkompetisi di musim baru. Pasalnya pemain jebolan Elite Academy PSS itu cukup berkembang di bawah pelatih Timnas U-19 asal Korea Selatan (Korsel) Shin Tae Yong selama pemusatan latihan di Indonesia maupun di Eropa.

“Saddam salah satunya yang saya proyeksikan, tapi bukan berarti hanya dia ya, soalnya semua pemain muda mendapat kesempatan untuk membuktikan diri,” sambung pelatih yang pernah mengarsiteki Persib Bandung itu.

Kiper ketiga PSS, Dimas Fani Firmansyah termotivasi dengan pernyataan Dejan. Kiper muda yang dipromosikan ke skuad senior Maret 2020 lalu itu batal debut di liga karena pandemi Covid-19. Ia berharap kontraknya yang habis Februari 2021 nanti segera diperpanjang agar bisa berbakti sekaligus membuktikan diri pada pelatih bahwa layak dipercaya turun dalam pertandingan. “Saya ingin membuktikan diri di depan pelatih dan manajemen bahwa saya layak,” katanya.

Sementara itu manajemen PSS sendiri belum bisa mengumpulkan para pemain dan pelatih untuk latihan bersama usai PT LIB memutuskan menggelar liga setidaknya Maret atau Mei mendatang. Pasalnya, manajemen menunggu PT LIB dan PSSI harus memastikan jadwal resmi terlebih dahulu. Sikap manajemen sendiri didukung penuh oleh Dejan dan para pemain. Dejan sendiri tidak mau buru-buru latihan bersama apalagi pandemi Covid-19 di Indonesia belum menurun.

Sementara itu pihak PT LIB sendiri menaikkan eskalasi perizinan terhadap kepolisian dengan menggelar simulasi pertandingan lewat protokol kesehatan ketat. Mereka ingin meyakinkan bahwa kompetisi bisa digelar di tengah pandemi Covid-19. Ketika nanti rencana ini direalisasikan, PT LIB akan menjalankan sebuah pertandingan yang tentu diiringi dengan protokol kesehatan. “Karena masih pandemi, jadi kami berikan simulasi selama 10 menit. Semoga nanti izin bisa turun,” kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. (Des)

Read previous post:
5 Bulan Menipu, Marketing Koperasi Raup Rp 145 Juta

Close