Geng Pelajar Bikin Resah, 3 Orang Dibacok Clurit


YOGYA (MERAPI)- Tim Buser Polsek Umbulharjo Yogyakarta merangkap 5 anggota geng pelajar usai berbuat onar di Jalan Gambiran, Umbulharjo, Yogya pada Rabu (20/1). Para pelajar ini dengan sadis membacok tiga orang kemudian merusak motornya. Aksi penganiayan dipicu balas dendam namun salah sasaran.
Akibat peristiwa itu, tiga orang korban mengalami luka bacokan clurit pada bagian punggung, perut, kepala dan kaki. Hingga kemarin, satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya.
“Dua orang korban sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan satu korban masih menjalani perawatan akibat luka bacok pada bagian punggung dan kakinya,” kata Kapolsek Umbulharjo Kompol Achmad Setyo Budiantoro kepada wartawan, Jumat (22/1).
Dijelaskan, kelima pelaku yang diamankan adalah FA (18) warga Banguntapan, RA (15) warga Pringgolayan, DS (18) warga Ketandan, SP (16) warga Sendangtirto dan AD (18) warga Jambidan. Selain membacok, mereka juga merusak motor korban.

“Pelaku berhasil kita amankan di rumah masing-masing, tidak lama setelah kejadian,” katanya. Diungkapkan, peristiwa itu bermua ketika rombongan pelaku dengan 20 sepeda motor, saling berboncengan berkumpul di Jalan Kusumanegara pada Rabu dinihari lalu. Rencananya mereka akan tawuran dengan kelompok lain di daerah Blok O Banguntapan.
Namun saat konvoi menuju Blok O, kelompok ini dibubarkan oleh petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Kemudian mereka pecah menjadi dua kelompok yang mengarah ke Jalan Wonosari dan ke daerah Ketandan, Banguntapan.
Sesampoainya di Jalan Gambiran, mereka kembali bertemu. Dalam perjalanan itulah rombongan pelaku ini berpapasan dengan ketiga korban yakni Jihat Islam, Teo Pambudi, dan M Beviandisa yang berboncengan dengan satu motor. Para pelaku mengira korban adalah kelompok geng yang jadi musuh mereka.
Tanpa ampun, salah seorang pelaku, RA mengayunkan clurit yang dimodifikasi mengenai punggung korban Jihat. Setelah itu, korban memacu sepeda motor yang dikendarai namun tetap dikejar oleh rombongan pelaku.
Saat tertangkap, pelaku SP kembali mengayunkan clurit ke arah korban hingga motor yang dikendarai terjatuh. Dua orang korban berhasil melarikan diri, sedangkan satu korban, Jihat tertinggal hingga dibacok mengenai kaki, lengan, perut dan kepala.
Setelah puas dengan ulahnya, geng yang menamakan diri ‘Vaskal’ ini kemudian merusak motor korban. Tak berapa lama, warga datang dan pelaku kabur. Korban lantas ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit, kemudian melapor ke Polsek Umbulharjo Yogya.

Mendapat laporan itu, dengan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Nuri Aryanto SH, polisi melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan korban, saksi-saksi, serta bukti pendukung di lapangan, petugas berhasil mengindetifikasi para pelaku.
Tidak mau buruannya lepas, petugas dengan sigap mengamankan pelaku di rumah masing-masing. Petugas juga berhasil menyita 3 buah clurit, gir yang diikat tali, jaket, sepeda motor pelaku dan korban sebagai barang bukti.
“Eksekutor pembacokan justru dilakukan oleh RA dan SP. Usianya masih bawah umur, tapi keduanya juga residivis pelemparan petugas polisi. Mereka melakukan pennyerangan secara acak. Alasannya karena emosi,” tandasnya.
Iptu Nuri menambahkan, meski saat kejadian banyak teman pelaku, namun petugas hanya menetapkan 5 orang sebagai tersangka, alasannya mereka berperan sebagai eksekutor dan merusak kendaraan motor.
Atas perbuatannya kelima pelaku dijerat dengan Pasal 170 dan atau 351 tentang penganiayaan dan UU darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
POSITIF COVID-19 DI YOGYA NAMBAH 478 KASUS-Karantina Wilayah Sulit Diterapkan Meski Corona Melonjak Terus

Close