Stok Bahan Mentah Habis, Bantuan Isolasi Mandiri Diganti Nasi Kotak

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Bantuan makanan bagi warga isolasi mandiri karena Covid-19 di Kota Yogyakarta diganti dengan makanan siap saji. Pasalnya bantuan sebelumnya berupa bahan makanan mentah telah habis persediaannya.

“Posisi awal tahun bahan baku mentah semakin menipis dan habis. Makanya untuk mendukung warga isolasi mandiri kami sediakan makanan siap saji nasi box,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, Jumat (22/1).

Dia menyatakan bantuan sebelumnya kepada warga yang isolasi mandiri berupa bahan mentah seperti mi instan dan sarden. Ketersediaan bahan makanan mentah yang dianggarkan dari belanja tak terduga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, sudah habis.

Bantuan makanan siap saji itu dapat diakses dengan pengajuan dari kelurahan atau kecamatan yang dilampiri surat keterangan rekomendasi untuk melaksanakan isolasi dari puskesmas atau rumah sakit. Termasuk fotokopi identitas kartu keluarga, KTP dan surat keterangan domisili bagi warga luar kota.

“Dalam distribusi bantuan makanan siap saji bagi warga yang isolasi mandiri, kami berkoordinasi dengan kelurahan dan wilayah RT/RW untuk mengambil di Dapur Umum Tagana. Ini juga sebagai bentuk dari semangat gotong royong masyarakat Yogyakarta karena keterbatasan personel Tagana yang mengelola dapur umum dan selter Tegalrejo,” terang Tion.

Makanan siap saji untuk para pasien Covid-19 tanpa gejala di Shelter Tegalrejo dan isolasi mandiri dikelola oleh Dapur Umum Tagana di Jalan Tegalturi Giwangan, Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Bantuan makanan siap saji diambil tiap pagi pukul 07.15 WIB, makan siang pukul 12.00 WIB dan makan malam pukul 18.30 WIB.

Sementara itu Koordinator Dapur Umum Tagana Kota Yogyakarta, Wahyu Hasanah menyebut sampai Jumat (22/11) pagi melayani makanan siap saji sebanyak 94 porsi untuk isolasi pasien di Selter Tegalrejo, isolasi mandiri dan petugas selter. Dari jumlah itu sekitar 51 porsi di antaranya untuk warga isolasi mandiri dari wilayah yang sudah mengajukan seperti Kelurahan Tegalpanggung, Giwangan, Warungboto dan Terban.

“Jumlah kebutuhan makanan untuk warga di selter dan isolasi mandiri berubah tiap hari karena ada yang baru dan selesai isolasi. Gugus tugas wilayah di RT/RW yang datang ke Dapur Umum Tagana untuk mengambil makanan untuk warga yang isolasi mandiri di wilayahnya,” ucap Wahyu.

Dia menuturkan satu porsi makanan siap saji yang dibuat senilai Rp 20.000. Dalam membuat menu makanan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala harus seimbang dan mengandung vitamin, karbohidrat serta protein. Ada 4 kategori menu yang dibuat yakni menu umum, ibu hamil, balita dan lanjut usia. Untuk menu ibu hamil misalnya kandungan protein dan nasi ditambah dua kali dibandingkan menu umum. Bagi balita nasi dibuat lunak. (Tri)

Read previous post:
Dua Perusahaan di Yogya Terima KITE IKM dari Bea Cukai

Close