Dewan Ingatkan Pemerintah Jangan Impor Daging

Dewan Ingatkan Pemerintah Jangan Impor Daging

PATI (MERAPI) – Pemerintah harus cermat dalam mensikapi kelangkaan daging. Karena kasus tersebut hanya bagian permainan kelompok kartel yang ingin mendulang keuntungan ditengah situasi pandemi Covid19. “Maka pemerintah tidak perlu mengeluarkan keputusan impor daging”. Demikian diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI, H Firman Subagiyo, SE, Kamis (21/1).

Belajar dari kasus kelangkaan kedelai beberapa waktu yang lalu, serta disusul aksi tidak jual daging yang terjadi di Jakarta, Firman Subagiyo memastikan jika masalah tersebut, kategori by desain. “Pasti ada pihak yang bermain. Ditengah sulitnya ekonomi, ada permainan siapa memanfaatkan siapa” ujarnya.

“Kebutuhan daging turun. Karena hotel, dan restoran tutup. Serta tidak ada turis asing yang datang ke Jakarta. Sehingga tidak ada masalah serius jika daging langka” ucap anggota parlemen empat periode ini.

Menurutnya, alasan penjual daging di Jakarta melakukan aksi boikot tidak berjualan, sangat tidak masuk diakal. “Jualan itu rumusnya, kan beli berapa dan dijual lagi dengan ditambah rencana keuntungan berapa. Sepanjang stok hewan ternak masih ada, sebenarnya mereka tetap berjualan” kata politikus asal Batangan Pati ini.

“Kalau harga daging naik, biar hasilnya dinikmati peternak. Jangan sampai, sedikit-sedikit pemerintah impor. Kapan petani kita bisa menikmati hasil, kalau mainnya impor terus?” ucap Firman Subagiyo.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2021 akan mengimpor 502.000 ekor sapi bakalan atau setara daging 112.503 ton, dan impor daging sapi sebesar 85.500 ton.

“Impor tersebut dilakukan untuk mengatasi defisit daging sapi yang tahun ini, yang diprediksi mencapai 223.142 ton” kata Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa di Jakarta.

Fadjar menjelaskan, dari kegiatan impor tersebut stok di akhir 2021 diperkirakan masih ada sebanyak 58.725 ton. Diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bulan Januari 2022.

“Umpor daging di tahun 2021 menurun 13,01% jika dibandingkan dengan 2020. Diharapkan, tren penurunan impor ini terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya produksi daging dalam negeri,” ucapnya. (Cuk)

Read previous post:
Waktu Pendek Bersama Ibu

DALAM beberapa minggu Marni harus keluar masuk rumah sakit, karena dokter belum juga meemukan penyakit yang dialaminya. Marni sebenarnya sudah

Close