Ngisruh Bawa Clurit, Cah Klitih Ditangkap Warga

SEDAYU (MERAPI)-Tiga orang anggota gerombolan klitih ditangkap warga dan korbannya saat berbuat onar di Dusun Kaliberot Argomulyo Sedayu Bantul. Mereka menyerang korban menggunakan botol miras dengan alasan ingin balas dendam. Pada Kamis (21/1), ketiganya diamankan dan ditahan ke Polsek Sedayu.
Menurut keterangan, ketiga pelaku yang diamankan adalah OS (17) warga Tamantirto Kasihan Bantul, YP (22) warga Balecatur Gamping Sleman dan KB (22) warga Tlogoadi Mlati Sleman. “Mereka diamankan usai menyerang korban atas nama Ismoyo dalam perjalanan mencari rombongan Gank Vascal untuk balas dendam,” ujar Kapolsek Sedayu, Kompol Ardi Hartana SH MH MM dalam keterangan pers kemarin. Dia mengatakan, sebelumnya ketiga tersangka pada Sabtu 16 Januari 2021 pukul 19.00 berkumpul untuk pesta miras di rumah YP. Pasta miras selanjutnya diteruskan di rumah OS.

Dalam pesta miras tersebut, YP mengaku pernah menjadi korban pembacokan Gank Vascal. Selanjutnya ketiga tersangka mempunyai rencana untuk melakukan balas dendam.
Setelah itu tersangka OS mengambil clurit lalu ketiganya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario melintas di Ring-road Selatan daerah Patukan Gamping. Namun dalam pencarian tidak menemukan Gank Vascal.
Saat itu ketiganya berpapasan dengan Ismoyo. Spontan KB menyangka korban adalah anggota geng yang mereka cari. Dia lalu melempar korban menggunakan botol miras. Korban merasa tersinggung lalu melakukan pengejaran terhadap para tersangka.

Para pelaku kabur dan dikejar korban. Sesampainya di Dusun Kaliberot Argomulyo Sedayu Bantul pada Minggu 17 Januari 2021 pukul 04.00, korban berteriak minta tolong. Warga pun merespons. Apalagi korban meneriaki klitih. Ketiga pelaku berhasil ditangkap korban dibantu warga dan diserahkan ke polisi. Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan barang bukti sebilah clurit dan motor Honda Vario yang digunakan untuk kejahatan.
Dari perbuatan itu, ketiga tersangka dijerat pertama pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan kedua pasal 169 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.
“Sampai saat ini kami masih mendalami motif kejahatan para tersangka apakah benar pernah jadi korban pembacokan. Kejahatan klitih saat ini memang menjadi atensi pimpinan sehingga akan kami proses seusai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Kompol Ardi.(Usa)

Read previous post:
Program Belanja Online Pasar Tradisional di Kota Yogya Dilanjutkan

Close