KONI DIY Butuh Kepastian PON XX

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat sejumlah daerah termasuk DIY khawatir pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. KONI DIY pun berharap segera ada kepastian dari seluruh pemangku kebijakan olahraga di tanah air. Kepastian ajang olahraga multi event terbesar di Indonesia ini bakal ditunda lagi atau bahkan dibatalkan.

“Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan justru semakin mengkhawatirkan ini membuat daerah-daerah membutuhkan kepastian mengenai PON Papua. Karena, kepastian mengenai penyelenggaraan PON Papua ini sangat penting bagi daerah untuk menentukan kelanjutan program-program yang saat ini telah dijalankan,” kata Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Prof Dr Djoko Pekik Irianto MKes AIFO kepada wartawan di Kantor KONI DIY, Rabu (20/1).

“Dengan pandemi yang belum berakhir dan bahkan kondisinya semakin mengkhawatirkan ini, kami minta PB PON dan KONI Pusat selaku penyelenggara kegiatan untuk melakukan kajian apakah PON itu akan tetap digelar sesuai waktu awal di bulan Oktober atau dimundurkan. Bagi kami, yang penting ada kepastian dulu sekarang ini,” terangnya.

Kepastian mengenai PON Papua ini menurutnya sangat penting karena nantinya akan berkaitan dengan langkah lanjutan dari masing-masing daerah. Mulai dari kelanjutan program latihan atlet yang saat ini telah dijalankan, perencanaan finansial masing-masing daerah, penyiapan transportasi dan akomodasi kontingen, dan penyiapan kebutuhan-kebutuhan kontingen lainnya.

Saat ini, lanjut Djoko, apapun keputusan dari pemangku kebijakan terkait PON Papua, apakah akan tetap lanjut sesuai jadwal, atau mundur, atau bahkan dibatalkan, sangatlah dilematis. Ini berkaca dari event olahraga yang lebih besar dan berskala internasional seperti Olimpiade yang hingga saat ini juga belum ada keputusan apakah akan tetap lanjut, diundur atau dibatalkan.

Selain itu, apapun keputusan terkait pelaksanaan PON mendatang, guru besar FIK UNY ini juga menilai, pelaksanaan PON mendatang dinilai sudah tidak terlalu ideal sebagai puncak kompetisi atlet-atlet se-Indonesia. Pasalnya, setiap daerah juga terlihat sudah tertatih-tatih dalam persiapan atlet-atletnya karena dihadang pandemi Covid-19.

Persiapan yang seharusnya berlangsung 4 tahun, dalam praktiknya harus terputus karena selama tahun 2020 lalu, semua daerah memberlakukan kebijakan merumahkan para atletnya. “Kalau dibilang ideal, jelas sudah tidak ideal. Hanya saja, PON tetap harus dilaksanakan agar Indonesia jangan sampai kehilangan satu generasi periodisasi pembinaan atlet (empat tahunan red) untuk modal ke event internasional,” tegasnya. (Asr)

Read previous post:
Kunjungan Perpustakaan Yogya Dibatasi Selama PTKM

Close