Salah Paham, Pelajar SMP Dipukuli Tetangga

YOGYA (MERAPI)- Sakit hati lantaran merasa dikatai kasar, seorang pemuda berinisial CB (19) warga Pringgokusuman, Yogyakarta, nekat memukuli tetangganya sendiri hingga bonyok. Akibat penganiayaan itu, korban Aurelio Arfa (15) pelajar yang masih satu kampung dengannya, mengalami luka pada kepala. Penganiayaan dilakukan dengan cara memukuli kepala korban dengan tangan kosong berulang kali.
“Penganiayaan dipicu karena perkataan kasar korban. Pelaku merasa diejek, padahal perkataan itu bukan ditujukan kepadanya” ujar Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi kepada wartawan, Rabu (20/1).
Dijelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban bersama teman-temannya sedang main game online di depan balai RW Tompeyan Tegalrejo, Sabtu (16/1) malam pukul 23.00 WIB. Saat itu pelaku juga berada di sana. Korban pun bernyanyi dan diejek oleh temannya.

Mendapat ejekan, korban marah dan membalasnya dengan berkata yang kasar. Pelaku yang berada di dekatnya, mengira perkataan kasar korban tersebut ditujukan kepada dirinya, sehingga sakit hati dan langsung emosi. Dia langsung memukul korban dengan tangan kosong saat sedang jongkok, setelah terjatuh pelaku kembali memukul secara berulang-ulang. Sehingga korban mengalami luka memar di bagian wajah.
“Korban yang tidak terima terhadap perlakuan pelaku langsung melaporkan penganiayaan yang dialami ke Polsek Tegalrejo,” katanya. Mendapat laporan itu, kemudian polisi melakukan penyelidikan. Selain meminta keterangan pelapor dan saksi-saksi, juga mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus tersebut.

Dari informasi yang didapatkan berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan menangkapnya. “Setelah cukup bukti, pelaku CB kami tangkap di rumahnya, Minggu (17/1) pukul 11.00 WIB,” tandasnya. Atas perbuatannya, CB dalam kasus ini dijerat dengan UU No 23/2002 tentag perlindungan anak dengan ancaman hukuman 3 tahun enam bulan penjara atau denda Rp 72 juta.(Shn)

Read previous post:
KONI DIY Butuh Kepastian PON XX

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat sejumlah daerah termasuk DIY khawatir pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)

Close