Banyak Warga Abai Protokol Kesehatan, PTKM Bisa Diperpanjang

DANUREJAN (MERAPI)- Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menegaskan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang berlangsung 11-25 Januari 2021 bisa diperpanjang apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Apalagi, penambahan kasus corona di Yogya masih tinggi dengan rata-rata di atas 200 kasus tiap harinya.
“Kalau saya bagaimanapun, kita disiplinkan benar (3M) sehingga tanggal 25 Januari kita tidak perlu memperpanjang (PTKM). Tapi kalau masyarakat kesadarannya kurang dan kasus covid naik terus, maka tanggal 25, ya tetap diperpanjang,” paparnya, Senin (18/1) di Kompleks Kepatihan.
Menurut Sultan, PTKM menjadi upaya efektif untuk memutus rantai persebaran Covid-19 di Jawa-Bali dan khususnya di Yogyakarta. Namun harus diikuti dengan kepatuhan masyarakat terhadap aturan PTKM itu sendiri.
“Jadi tidak ada logika pemerintah tidak diteruskan (apabila masyarakat tidak patuh),” imbuhnya.

Sementara itu, kurun waktu satu minggu (11-18 Januari), penerapan PTKM di Yogyakarta, Satpol PP DIY masih menemukan banyak pelanggaran, didominasi pelanggaran jam tutup operasional tempat usaha maksimal jam 7 malam dan kapasitas maksimal 25 persen di tempat makan.
“Dari 700-an pelanggaran yang ditemukan Satpol PP DIY dan Satpol PP Kabupaten/ Kota, 240-an diberi surat peringatan dan 15 tempat usaha ditutup 3×24 jam karena tidak memperbaiki diri setelah sehari sebelumnya ditemukan melanggar aturan,” pungkas Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, Selasa (19/1).
Noviar menyebut ada 159 pelanggaran dan 15 penutupan tempat usaha sementara di Bantul. Adapun 112 pelanggaran di Kulonprogo, 94 pelanggaran di Kota Yogyakarta dan 24 pelanggaran di Gunungkidul.
“Sleman konfirmasi lebih tinggi. Total seminggu 758 pelanggaran,” imbuhnya. Noviar menyebut pihaknya terus melakukan pengawasan pelaksanaan Ingub DIY Nomer 2 tahun 2021 tentang Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM‎). Dia berharap sisa masa PTKM dapat dipatuhi seluruh elemen masyarakat.

“Pelangagran tinggi masyarakat belum patuh memenuhi ketentuan PTKM kami berharap seminggu kedepan patuh. Karena pemerintah pusat sudah mewarning Pemda DIY kalau pelanggaran masih banyak, PTKM akan diperpanjang. Tentu kita tidak mau itu, karena ekonomi yang terdampak,” jelasnya.
Noviar menambahkan selama PTKM juga ditemukan tempat usaha yang mengelabui petugas Satpol PP dengan mematikan lampu di bagian depan namun di dalam dan bagian belakang masih beroperasi.
Sesuai dengan evaluasi seminggu PTKM, pusat perbelanjaan, mall, dan toko modern berjejaring terpantau lebih disiplin menerapkan aturan. (C-4)

Read previous post:
Ikan Salem Mencegah Kekurangan Darah

USAHA meraih sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Satu di antaranya dengan memanfaatkan makhluk hidup ciptaan Yang Maha Kuasa,  misalnya

Close