Tersangka Pembunuhan: Saya Khlilaf dan Menyesal


BANTUL (MERAPI)- Aksi duel maut yang menewaskan Chandit Wahyudi (39) mendapat atensi langsung dari Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SH SIK. Dia langsung datang ke lokasi pascakejadian pada Kamis (14/1) malam.
Menurut Kapolres, tersangka maupun korban yang terlibat duel memang sebelumnya saling kenal meski tidak terlalu akrab. Karena kejadian berada di wilayah hukum Polsek Sewon, jelasnya, maka kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Sewon. “Kasusnya langsung ditangani Polsek Sewon,” jelasnya.
Menurut AKBP Wachyu, setelah diketahui tewas, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan otopsi di RS Bhayangkara. Dia mengalamai luka serius di bagian kepala dan sekujur tubuhnya akibat sabetan parang yang membabi-buta.

Pada Jumat (15/1) siang kemarin, tersangka dihadirkan di Mapolres Bantul untuk menjalani pemeirksaan. Wajahnya tampak datar. Tanpa ekspresi. Kepada polisi, tersangka mengaku jengkel dengan korban yang mengajak duel dan mengancam membunuh. Sehingga setelah kejadian itu tersangka spontan melakukan balas dendam. Dia mengaku menyesal akibat perbuatannya yang membuat korban tewas.
“Saya khilaf dan menyesal telah melakukan semua ini,” terang tersangka. Selain kasus tersebut, tersangka juga diketahui sudah keluar masuk penjara pernah terlibat kasus pengeroyokan maupun UU Darurat dengan membawa senjata tajam.

Seperti diketahui, duel maut terjadi di kampung Semail RT 05 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Kamis (14/1) malam. Seorang pria asal Boyolali Jawa Tengah, Chandit Wahyudi (39) tewas bersimbah darah setelah dibabat parang oleh temannya, AC (28). Pemicu duel ternyata sepele, yakni korban meledek korban dan bercanda menantangnya duel.
Setengah jam usai kejadian itu, pelaku berhasil diamankan aparat Polsek Sewon. (Usa)

Read previous post:
Cetak Talenta Digital Terbaik, BCA Luncurkan Program SYNRGY Academy Batch 2

Close