Satpam Tewas Saat Bertugas

BULAKSUMUR (MERAPI)- Diduga terkena serangan jantung, seorang satpan di stasiun radio yang berada di Jalan Kaliurang tepatnya Dusun Manggung Caturtunggal, Depok, Sleman, ditemukan meninggal dunia.
Sontak peristiwa itu membuat geger warga setempat dan karyawan yang berada di stasiun radio tersebut. Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Purwanto, saat dikonfirmasi Kamis (14/1) membenarkan peristiwa itu.
Dikatakan, korban bernama Purnomo Heru Dwi Haryanto (62) warga Karangwuni, Caturtunggal Depok pertama kali ditemukan meninggal oleh salah seorang karyawan bernama Ngabsori (39), sekitar pukul 06.00 WIB.
“Dari hasil pemeriksaan tim dokter Puskesmas Depok, korban sudah meninggal dunia 8 jam sebelum ditemukan,” kata Iptu Purwanto.
Peristiwa itu bermula saat salah seorang karyawan bernama Erina Kusmulita, hendak siaran sekitar Pukul 04.45 WIB. Namun saat sampai lokasi, ia tidak bisa masuk studio dengan alasan pagar terkunci dari dalam.

Erina kemudian melompat pagar dan langsung masuk ke studio karena harus melakukan siaran. Tidak lama kemudian, Erina share di group WhatsApp tempatnya bekerja tentang peristiwa yang dialaminya.
“Setelah dishare, saksi Ngabsari membaca info itu dan datang ke kantor. Ia kemudian masuk halaman studio dengan melompat pagar, saat mengecek dalam pos satpam, didapati dalam posisi tertidur dan tidak bergerak,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut, saksi lantas menghubungi manager operasional Radio dan diteruskan ke Polsek Bulaksumur. Mendapat laporan itu, petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekeransan di tubuh korban. Polisi juga tidak menemukan barang-barang berbahaya yang memungkinkan menjadi penyebab kematian korban. “Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal karena serangan jantung,” tandasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan. Selama evakuasi, petugas tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).(Shn)

Read previous post:
Terkubur Atap Rumah yang Ambruk, Mbah Roso Selamat

Close