Polisi Grebek Pabrik Uang Palsu di Gunungkidul


WONOSARI (MERAPI)- Petugas Polsek Semin, Polres Gunungkidul menggrebek pabrik uang palsu dan meringkus tersangka pengedar sekaligus pencetak uang palsu AA (30) warga Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Dia ditangkap saat tengah memproduksi upal di rumah kontrakannya di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul, Rabu (13/1) petang. Uang palsu bikinan AA diduga diedarkan di wilayah DIY.
Dalam perkara ini polisi mengamankan ratusan lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah. “Tersangka sudah diamankan dan kini menjalani proses hukum,” kata Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto kepada wartawan, Kamis (14/1) kemarin.

Dia mengatakan, penggrebekan itu berpangkal pada laporan warga sekitar. Pada awal pekan lalu, beberapa warga Kalurahan Candirejo mencurigai aktivitas AA di rumah kontrakan milik Supriyanto. Warga kemudian memberanikan diri untuk mencari tahu aktivitas yang dilakukan tersangka tersebut. Saat itu, warga pun kaget karena ternyata didapati adanya aktivitas pencetakan uang palsu di rumah tersebut. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Reskrim Polsek Semin untuk ditindaklanjuti. Anggota Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan. Ternyata informasi warga itu akurat. Di rumah itu memang dipakai mencetak uang palsu. Pada Rabu petang, polisi melakukan penggrebekan di rumah tersebut dan menemukan barang-barang milik tersangka beserta alat cetak uang palsu. Polisi juga mendapati ratusan lembar uang rupiah palsu pecahan 100 ribuan. Saat hendak diamankan, ternyata yang bersangkutan tak di rumah. “Karena pelaku tidak ada di rumah, polisi langsung menyanggongnya. Saat tersangka datang, dia langsung ditangkap,” imbuhnya.
Tersangka pun kemudian dibawa ke Polsek Semin untuk diperiksa. Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini.

Termasuk untuk mengungkap apakah tersangka memiliki jaringan pengedar upal lintas propinsi. Dari pengakuan sementara, tersangka mengakui perbuatannya. Dia menjelaskan jika uang palsu yang dicetak tersebut rencananya akan digunakan untuk menipu orang dan diedarkan di wilayah DIY. Dalam perkara ini tersangka akan dijerat dengan Pasal 26 ayat (1) (2) UURI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Jo pasal 244 ayat (1) KUHP.(Pur)

Read previous post:
ilustrasi
Edarkan Upal di Kulonprogo, Dibekuk di Purwodadi

Close