Terkubur Atap Rumah yang Ambruk, Mbah Roso Selamat

KARANGANYAR (MERAPI)-Janda lansia asal Dukuh Wates Rt01/RW X Desa Jetis, Jaten, Suwarti (81) terbaring lemah di tempatnya mengungsi, Kamis (14/1). Pelipis sebelah kiri masih berbalut perban. Hampir sekujur tubuhnya dirasa sakit semua usai dirinya tertimpa atap rumah pada Senin (11/1).
Diceritakan Ketua Rt 01 Suroso (51), korban tertimpa rumah roboh itu masih kerabat dekatnya. Suwarti yang kerap disapa mbah Reso tinggal sebatang kara. Ia menolak diboyong anak semata wayangnya di Solo. Peristiwa itu terjadi saat mbah Reso terlelap tidur di rumah bagian depan. Ia sudah lama bergeser dari rumah bagian belakang yang sudah melapuk.

“Ada suara grubyuk. Saya kira suara kereta api lewat. Di sini kan dekat rel. Ternyata atap rumahnya roboh. Sudah ikhlas jika mbah Reso tak tertolong. Lalu ada suara mengaduh, mbah Reso tertimbun atap tapi masih hidup. Lalu dilarikan ke puskesmas terdekat. Sempat sulit mencarinya di reruntuhan karena malam dan tanpa pencahayaan,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/1).
Surono bersama dua orang tetangganya berupaya mengeluarkan Mbah Reso dari bawah reruntuhan. Evakuasi memakan waktu 15 menit karena mereka harus sedikit mengangkat reruntuhan atap agar bisa mengeluarkan Mbah Reso. Dikatakannya, bangunan rumah itu memang sudah termakan usia sejak dibangun tahun 1980-an.

Untuk sementara, Mbah Reso ditampung di rumah Suroso. Usai kejadian itu, bantuan mengalir ke korban. Kisahnya membuat iba para dermawan.
Koordinator Gardal Karanganyar, Ananda Novel menyerahkan logistik. Ia juga menggalang donasi rehab rumah Mbah Reso.
“Kita bantu agar mbah Reso bisa hidup terawat di masa tuanya,” katanya. (Lim)

Read previous post:
ilustrasi
Ndelik di Kulonprogo, Komplotan Penculik Dibekuk

Close