Ndelik di Kulonprogo, Komplotan Penculik Dibekuk

PANJATAN (MERAPI) – Komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) dan penculikan yang beraksi di wilayah Pekalongan Jawa Tengah melarikan diri ke Kulonprogo. Komplotan tersebut berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Kulonprogo saat bersembunyi di wilayah Krembangan Panjatan.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry, Kamis (14/1) menyampaikan, pihaknya menerima permohonan bantuan penyelidikan terkait pelaku pencurian dengan kekerasan dan penculikan yang beraksi di Pekalongan 15 Desember 2020 lalu. Polres Pekalongan menginformasikan bahwa diduga pelaku berada di wilayah Kulonprogo dan meminta bantuan untuk dilakukan penyelidikan dan penangkapan.
“Pada saat memberikan informasi tersebut, penyidik Pekalongan belum mengetahui identitas pelaku melainkan hanya memberikan ciri-ciri pelaku,” ujarnya.

Jeffry menambahkan, penyidik Polres Kulonprogo akhirnya berhasil mengetahui keberadaan salah satu pelaku yakni Tasori (44) warga Mangli Randu Dongkal Pemalang. Ia dideteksi tinggal di perumahan wilayah Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan. Namun setelah dilakukan penyelidikan dan observasi, justru diketahui keberadaan pelaku lain yang berhubungan dengan Tasori yakni Ainul Maqowi (35) warga Sindutan Temon.
“Saat dilakukan penangkapan terhadap Ainul Maqowi di Perumahan Krembangan, dilakukan interogasi hingga yang bersangkutan mengakui telah melakukan pencurian dan penculikan sebagaimana laporan polisi. Ia juga menerangkan bahwa Tasori tinggal di Perumahan Krembangan namun beda rumah,” kata Jeffry.

Beberapa saat kemudian, petugas berhasil menangkap Tasori di kompleks perumahan yang sama. Di rumah yang ditempati Tasori, ada pula pelakulain, Roni Susandi (52), warga Dukuh Balong, Losari Rembang, Purbalingga. Kasus tersebut kemudian diserahkan kepada penyidik Polres Pekalongan.
“Barang buktinya juga diserahkan ke Polres Pekalongan,” imbuh Jeffry. (Unt)

Read previous post:
Ikan Air Tawar Butuh Lumpur untuk Sehatkan Pencernaan

Close